Keanekaragaman Burung Diurnal Sebagai Bioindikator Jasa Layanan Ekosistem Ruang Terbuka Hijau Kampus UPN “Veteran” Jawa Timur

Authors

  • Purnomo Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya 60294, Jawa Timur, Indonesia
  • Rahaju Saraswati Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya 60294, Jawa Timur, Indonesia
  • Awaluddin Hidayat Ramli Inaku Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya 60294, Jawa Timur, Indonesia
  • Vailen Laurens Hiariej Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya 60294, Jawa Timur, Indonesia
  • Ijlaal Abdullah Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya 60294, Jawa Timur, Indonesia
  • Aslam Chitami Priawan Siregar Program Fisika, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya 60294, Jawa Timur, Indonesia
  • Wahyu Ugroseno3 Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya 60294, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33474/ejbst.v12i1.659

Keywords:

Burung diurnal, ruang terbuka hijau, keanekaragaman hayati, bioindikator, UPN Veteran Jawa Timur

Abstract

Tujuan penelitian adalah menginventarisasi komposisi jenis, menganalisis struktur komunitas, serta mengevaluasi kualitas RTH berdasarkan komunitas burung diurnal kawasan kampus. Pengambilan data dilakukan dengan metode Point Count pada empat titik pengamatan yang mewakili lingkungan kampus. Komunitas burung dapat menjadi bioindikator karena komposisi dan keanekaragamannya responsif pada perubahan habitat termasuk struktur vegetasi dan ketersediaan bahan makanan, sehingga dapat menjadi indikator kemampuan RTH dalam menyediakan habitat dan mendukung jasa ekosistem. Data hasil pengamatan dianalisis untuk mendapatkan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H′), Indeks Kemerataan (E), Indeks Dominansi Simpson (C), dan Indeks Kekayaan Jenis Margalef (R). Kampus UPN "Veteran" Jawa Timur memiliki 14 spesies burung, 8 famili. INP tertinggi adalah Pycnonotus aurigaster (39,24%), Hirundo rustica (32,28%) dan Lonchura maja (29,17%). Nilai H′ = 2,98 menunjukkan keanekaragaman sedang dengan komunitas relatif stabil, indeks C = 0,16 mengindikasikan kampus mampu mendukung spesies burung. Meskipun demikian, nilai kekayaan jenis yang relatif rendah (R = 2,47) menunjukkan terbatasnya spesies akibat tekanan lingkungan.  Hal menunjukkan kualitas habitat RTH kampus cukup mendukung komunitas burung diurnal, tetapi memiliki keterbatasan dalam mendukung kekayaan jenis yang lebih tinggi. Secara keseluruhan RTH Kampus masih memiliki fungsi ekologis sebagai habitat dan penyedia sumber pakan bagi burung diurnal. Rendahnya kekayaan jenis menunjukkan perlunya peningkatan kualitas RTH untuk mendukung implementasi program Green Campus melalui pengelolaan ruang terbuka hijau yang berorientasi pada konservasi keanekaragaman hayati.

References

Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia). Status Burung di Indonesia 2022. Bogor: https://burung.org/status-burung-di-indonesia-2022-2/ . Diakses tanggal 21 Juli 2026

Bappenas. Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2015-2020. Kementerian PPN/Bappenas RI.

Junaid, A. R. Status Burung di Indonesia 2025. Burung Indonesia. Diakses dari https://burung.org/informasi-burung/status-burung-di-indonesia-2025/ Diakses tanggal 21 Juli 2026

C.H.Sekercioglu. Increasing awareness of avian ecological function. Trends in Ecology & Evolution, Vol.21, No.8, pp.464-471

C.J.Whelan., D. Wenny., & R.J. Marquis. Ecosystem services provided by birds. Annals of the New York Academy of Sciences, 1134(1), pp. 25-60. 2008

E. Setiawan, Pengelolaan Dan Konservasi Satwa Berbasis Kearifan Lokal Di Taman Nasional Alas Purwo, Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial, September, 2022, Vol. 8 No. 2, pp. 113-126.

M.L. McKinney, Urbanization, Biodiversity, and Conservation: The impacts of urbanization on native species are poorly studied, but educating a highly urbanized human population about these impacts can greatly improve species conservation in all ecosystems. Urbanization, biodiversity, and conservation. BioScience, vol. 52, Issue. 10, October 2002, pp 883–890,

J.F. Chace, & J.J. Walsh, Urban effects on native avifauna, a review. Landscape and Urban Planning, Vol. 74. No.1, pp. 46-69. 2024

F.W.Ishak, A.S.Katili dan M.Ibrahim. Deskripsi Avifauna Di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Gorontalo. Jambura Edu Biosfer Journal. 2022. Vol. 4, No. 2, pp. 109-116

N.A. Hidayati dan A. Saputra. Keanekaragaman Burung di Ruang Terbuka Hijau Kota Pangkalpinang. Ekotonia: Jurnal Penelitian Biologi, Botani, Zoologi dan Mikrobiologi. September, 2025, Vol. 10. No. 2): 81-87

F.A. Rifyant, F.R. Octavian, F.Saputra, R.Ambarwati dan R. Satria. Keanekaragaman Burung di Kawasan Kampus Universitas Negeri Padang, Air Tawar Barat, Sumatera Barat. Prosiding SEMNAS BIO Universitas Negeri Padang. 2021. ISBN : 2809-8447

F.E. Fontúrbel, B. Gloria, R. Gómez, N. Fernández, B. García, J.I. Orellana, J. Gabriel. C. Villa, Sampling understory birds in different habitat types using point counts and camera traps, Ecological Indicators. December, 2020. Vol. 119,

M.H. Ismail, M.F.A. Fuad, P.H. Zaki, and N.J.N. Jemali. Analysis of importance value index of unlogged and logged peat swamp forest in Nenasi Forest Reserve, Peninsular Malaysia, Internasional Journal of Bonorowo Wetlands, December 2017, Vol.7. No.2.

S.M Rahayu, L.Hakim, J.Batoro, and K. Sukenti, Plant diversity, structure, and composition of vegetation in Kemal Muluq Forest, Lombok Island, Indonesia. Applied Ecology and Environmental Research. Mey 2023. Vol. 22, No.3, Pp 2439-2453. DOI: 10.15666/aeer/2203_24392453.

M. Mawazin, and S. Atok, Keanekaragaman dan komposisi jenis permudaan alam hutan rawa gambut bekas tebangan di Riau. Indonesian, Forest Rehabilitation Journal. Vol.1, No. 1, Pp 59-73. DOI: 10.9868/IFRJ.1.1.59-73.

A. Kamaluddin, G.D. Winarno, dan B.S. Dewi. Keanekaragaman Jenis Avifauna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas. Jurnal Sylva Lestari. Vol. 7 No. 1, Januari 2019

W. Widodo & E. Sulystiadi, Pola Distribusi dan Dinamika Komunitas Burung Di Kawasan "Cibinong Science Center", Jurnal Biologi Indonesia, Januari, 2016, Vol.12, No.1, pp. 145-158

E. Biamonte., L. Sandoval., E. Chacon dan G. Barrantes. Effect of urbanization on the avifauna in a tropical metropolitan area, Landscape Ecol, 2011, 26, pp.183–194

A.D.W. Stefan, Djuwantoko dan W.N. Jati. Sebaran dan Kemelimpahan Burung Layang-Layang Asia (Hirundo rustica Linn.) di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Journal of Biota. Maret. 2005. Vol.X (1): 49-58,

E.Dwijayanti, Mahyan, U Nurlaily and T.H Widarto. Study on the daily activity of scaly-breasted Munia (Lonchura punctulata) in the Indonesian rice field. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 948, 2021, 012035

L. Pardede., D. Iswandaru., Y.R. Fitriana., A.Darmawan., H.Kaskoyo., C. Wulandari., R.Safe'I., S.Herwanti, S., Novriyanti & I.G. Febryano, Insectivorous Birds Dominate Across Land-Use Gradient Revealing Unexpected Ecological Resilience in Tropical Forest-Coffee Landscapes. Jurnal Wasian, Mai, 2025, Vol.12, No. 01, pp 22-34.

Published

2026-08-29

How to Cite

Purnomo, Saraswati, R., Inaku, A. H. R. ., Hiariej, V. L., Abdullah, I., Siregar, A. C. P., & Ugroseno3, W. (2026). Keanekaragaman Burung Diurnal Sebagai Bioindikator Jasa Layanan Ekosistem Ruang Terbuka Hijau Kampus UPN “Veteran” Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 12(1), 81–90. https://doi.org/10.33474/ejbst.v12i1.659

Issue

Section

Article (Makalah)