Biodiversitas Flora di Kawasan Telaga Buret Kabupaten Tulungagung

Authors

  • Desi Kartikasari Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung 66221, Jawa Timur, Indonesia
  • Muhammad Abdul Irhas Ihwanul Muslimin Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung 66221, Jawa Timur, Indonesia
  • Muhammad Iqbal Maulana Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung 66221, Jawa Timur, Indonesia
  • Citra Sari Agustina Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah, Tulungagung 66221, Jawa Timur, Indonesia
  • Zainal Abidin Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Raden Rahmat, Malang 65163, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33474/ejbst.v12i1.656

Keywords:

Biodiversitas, flora, telaga Buret, Tulungagung

Abstract

Kawasan Telaga Buret yang terletak di Kabupaten Tulungagung, merupakan ekosistem yang mempunyai peranan penting dalam proses menjaga keseimbangan dan keberlanjutan sumber daya alam hayati. Tujuan penelitian ini berfokus pada inventarisasi dan monitoring flora di kawasan Telaga Buret. Metode penelitian yang digunakan yaitu jelajah bebas, inventarisasi dan monitoring flora dengan teknik purposive sampling. Pengukuran faktor abiotik meliputi ketinggian tempat, intensitas cahaya, kelembapan tanah, kelembapan udara, suhu udara, pH tanah, kecepatan angin, dan tekanan udara. Berdasarkan hasil inventarisasi didapatkan 6 spesies Lumut (Bryophyta), 11 spesies Paku (Pteridophyta), 83 spesies Pohon, 43 spesies Herba, 30 spesies Perdu, 11 spesies Liana, dan 8 spesies Semak. Intensitas cahaya tertinggi ditemukan pada Stasiun 1 dengan rerata 3.159 lux akibat tutupan tajuk pohon yang lebih renggang dibandingkan stasiun lainnya. Tingginya biodiversitas flora tumbuhan tingkat rendah (Cryptogamae) dan tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae) dengan kondisi lingkungan yang mendukung, menunjukkan bahwa Telaga Buret merupakan mikrohabitat yang baik bagi flora dan fauna. Keberadaan vegetasi tersebut memiliki jasa ekologis diantarannya berperan penting dalam mendukung penyimpanan siklus karbon, ketersedian unsur hara, pengaturan siklus air, mencegah erosi, habitat bagi satwa, sumber makanan bagi satwa, potensi obat-obatan, dan sebagai bioindikator perubahan lingkungan sehingga perlu dikelola dan dilestarikan secara berkelanjutan sebagai kawasan penyangga biodiversitas hayati.

References

Z. Abidin and C. C. Pradhana, Keanekaragaman Hayati sebagai Komunitas Berbasis Autentitas Kawasan. Jombang, Indonesia: Fakultas Pertanian, Universitas KH. Wahab Hasbullah, 2020.

A. Pratiwi, “Upaya pelestarian di kawasan Telaga Buret,” Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia, 2018.

D. Kartikasari, M. A. I. I. Muslimin, C. S. Agustina, and K. N. Soethamprin, “Studi populasi dan tingkah laku monyet ekor panjang (M. fascicularis) di Telaga Buret Kabupaten Tulungagung,” J. Educ. Appl. Sci., vol. 1, pp. 32–37, 2024.

M. T. K. T., Pedoman Bertanam Buah Naga. Bandung, Indonesia: CV. Nuansa Aulia, 2012.

S. Hawa, Z. Syarifah, L. A. Azzahra, H. M. Aulia, and H. Isfaeni, “Identifikasi serangga semak di sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,” Panthera J. Ilm. Pendidik. Sains dan Terap., vol. 5, no. 1, pp. 1–15, 2025.

E. R. Awalia Ristyani H., “Keragaman tanaman perdu yang tumbuh di sepanjang jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan,” in Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek (SNPBS) ke-VII, 2022, pp. 413–419.

M. R. Ridho, “Pengaruh ketinggian lokasi tumbuh dan lingkungan terhadap kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan daun sintrong (Crassocephalum crepidioides),” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang, Indonesia, 2023.

D. Kartikasari, M. R. W. Pradana, I. I. Pratiwi, and R. D. Mahayani, “Keanekaragaman dan potensi vegetasi herba di kawasan Gunung Klotok Kota Kediri sebagai obat-obatan,” LenteraBio Berk. Ilm. Biol., vol. 12, no. 2, pp. 115–122, 2023, doi: 10.26740/lenterabio.v12n2.p115-122.

M. Maryani, S. Yusra, E. N. Taib, and Hidayat, “Keanekaragaman tumbuhan herba di daerah aliran Sungai Tapak Moge sebagai referensi pendukung pembelajaran keanekaragaman hayati di SMAN 16 Takengon,” in Prosiding Seminar Nasional Biotik, 2018, pp. 467–473.

I. Soerianegara and A. Indrawan, Ekologi Hutan Indonesia. Bogor, Indonesia: Institut Pertanian Bogor, 1982.

T. M. Setia, “Peran liana dalam kehidupan orang utan,” J. Penelit. dan Pengemb. Hutan, vol. 2, no. 1, pp. 55–61, 2009.

N. P. O. Asrianny and Marian, “Keanekaragaman dan kelimpahan jenis liana (tumbuhan memanjat) pada hutan alam di Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin,” J. Perenn., vol. 5, no. 1, pp. 23–30, 2008.

D. L. Setyowati, “Sebaran ruang terbuka hijau dan peluang perbaikan iklim mikro di Semarang Barat,” Biosaintifika, vol. 2, no. 2, pp. 61–74, 2010.

A. Moreno, J. Tangenberg, B. N. Hilton, and J. K. Hilton, “An environmental assessment of school shade tree canopy and implications for sun safety policies: The Los Angeles Unified School District,” ISPRS Int. J. Geo-Inf., pp. 607–625, 2015, doi: 10.3390/ijgi4020607.

D. Kartikasari, G. A. Widodo, N. Habibah, and R. Z. Asna, “Diversity of moss species (Bryophyta) in Senggani Ravine Tourism Area, Tulungagung Regency,” J. Ris. Biol. dan Apl., vol. 5, no. 1, pp. 43–51, 2023, doi: 10.26740/jrba.v5n1.p43-51.

S. W. Ulfa, K. Mirda, R. Mawaddah, N. Afrina, and Samosir, “Identifikasi tumbuhan lumut di beberapa kecamatan di Kota Medan,” J. Soc. Sci. Res., vol. 3, no. 3, pp. 489–501, 2023.

M. Lukitasari, Mengenal Tumbuhan Lumut (Bryophyta): Deskripsi, Klasifikasi, Potensi dan Cara Mempelajarinya. Magetan, Indonesia: CV. AE Media Grafika, 2018.

G. Tjitrosoepomo, Taksonomi Tumbuhan Bryophyta Pterydophyta, ed. revisi, Yogyakarta, Indonesia: Gadjah Mada University Press, 2023.

R. Suraida, T. Susanti, and Amriyanto, “Keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) di Taman Hutan Kenali Kota Jambi,” in Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013, pp. 387–392.

M. R. Sapariyanto and S. B. Yuwono, “Kajian iklim mikro di bawah tegakan ruang terbuka hijau Universitas Lampung,” J. Sylva Lestari, vol. 4, no. 3, 2016.

M. H. Putri, “Faktor tekanan dan kelembapan udara terhadap cuaca ekstrem di Surabaya pada Oktober 2023: Studi kasus global warming,” Maliki Interdiscip. J., vol. 2, no. 12, p. 1385, 2024. [Online]. Available: http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/index

D. Kartikasari, Zunisnaini, K. N. Soethamprin, Hariyadi, and M. A. I. Ihwanul Muslimin, “Studi keanekaragaman spermatofit dan potensi etnobotani di Danau Buret Tulungagung,” LenteraBio, vol. 15, no. 2, pp. 131–137, Jun. 2026.

L. Poorter, F. Bongers, T. M. Aide, et al., “Biodiversity and climate determine the functioning of regenerating tropical forests,” Science, vol. 374, no. 6571, p. eabh3629, 2021, doi: 10.1126/science.abh3629.

J. Jumari and T. R. Soeprobowati, “Vegetasi riparian Telaga Pengilon dan gangguan antropogenik,” J. Ilmu Lingkungan, vol. 22, no. 2, pp. 455–463, Feb. 2024, doi: 10.14710/jil.22.2.455-463.

Published

2026-08-29

How to Cite

Kartikasari, D., Muslimin, M. A. I. I., Maulana, M. I. ., Agustina, C. S., & Abidin, Z. (2026). Biodiversitas Flora di Kawasan Telaga Buret Kabupaten Tulungagung. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 12(1), 56–67. https://doi.org/10.33474/ejbst.v12i1.656

Issue

Section

Article (Makalah)