Formulasi dan Evaluasi Sediaan Krim Pelembab Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Bit (Beta Vulgaris L.) Dengan Metode DPPH

Authors

  • Kartika Diah Puspita Program Studi Pendidikan Tata Kecantikan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Semarang 50229, Jawa Tengah, Indonesia
  • Eny Widhia Agustin Program Studi Pendidikan Tata Kecantikan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Semarang 50229, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33474/ejbst.v12i1.648

Keywords:

Buah bit, antioksidan, krim, etanol 96%, DPPH

Abstract

Kulit merupakan lapisan terluar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung terhadap paparan zat asing dan radikal bebas. Paparan radikal bebas secara terus-menerus dapat menyebabkan stress oksidatif yang dapat dicegah dengan penggunaan antioksidan alami. Salah satu sumber antioksidan alami adalah buah bit (Beta Vulgaris L.), yang dapat diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter fisik dan aktivitas antioksidan krim pelembab ekstrak etanol 96% buah bit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan 2 formula yaitu F1 (10%) dan F2 (15%).  Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas, sedangkan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Seluruh pengujian dilakukan tiga kali replikasi dan analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan uji organoleptik dan homogenitas F1 baik selama 4 minggu penyimpanan, sedangkan F2 mengalami perubahan pada minggu ke-3 hingga ke-4 dengan munculnya tekstur dan perubahan warna, uji pH F1 (6,51) dan F2 (5,30) yang sesuai, pada viskositas sediaan krim menunjukkan hasil F1 (1284 cP) dan F2 (1638 cP). Uji aktivitas antioksidan kedua formula memiliki aktivitas antioksidan. Pada formula 2 memiliki nilai sebesar 0,82 ppm yang termasuk kategori sangat kuat, sedangkan formula 1 tidak dapat ditentukan nilai dengan pendekatan interpolasi linier karena seluruh konsentrasi menghasilkan persen inhibisi lebih dari 50% yang mengindikasi tidak terdapat persen inhibisi yang mengapit 50%. Hasil analisis statistik menggunakan Independent Samples T-Test menunjukkan perbedaan signifikan nilai p < 0,05 pada uji pH dan viskositas, dan pada aktivitas antioksidan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua formula p > 0,05.

References

W. Roberts, “Air pollution and skin disorders,” Int. J. Women’s Dermatol., vol. 7, no. 1, pp. 91–97, 2021, doi: 10.1016/j.ijwd.2020.11.001.

K. Sieradocha, “Air pollution and skin aging,” Qual. Sport, no. 32553, pp. 1–14, 2024.

J. Yang, H. Yang, A. Xu, and L. He, “A review of advancement on influencing factors of acne: An emphasis on environment characteristics,” Front. Public Health, vol. 8, 2020, doi: 10.3389/fpubh.2020.00450.

E. N. De Gálvez et al., “The potential role of UV and blue light from the sun, artificial lighting, and electronic devices in melanogenesis and oxidative stress,” J. Photochem. Photobiol. B: Biol., vol. 228, 2022, doi: 10.1016/j.jphotobiol.2022.112405.

Y. R. Woo, S. Park, K. Choi, E. S. Hong, and S. Kim, “Air pollution and atopic dermatitis (AD): The impact of particulate matter (PM10) on an AD mouse-model,” Int. J. Mol. Sci., 2020.

S. N. Yusharyahya, “Mekanisme penuaan kulit sebagai dasar pencegahan dan pengobatan kulit menua,” eJournal Kedokt. Indones., vol. 9, no. 2, p. 150, 2021, doi: 10.23886/ejki.9.49.150.

I. N. E. Lister, H. L. Amiruddin, E. Fachrial, and E. Girsang, “Anti-aging effectiveness of avocado peel extract ointment (Persea americana Mill.) against hydration, collagen, and elasticity levels in Wistar rat,” J. Pharm. Res. Int., vol. 33, pp. 173–184, 2021, doi: 10.9734/jpri/2021/v33i32b31760.

Tukiran, M. G. Miranti, I. Dianawati, and F. I. Sabila, “Aktivitas antioksidan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dan buah bit (Beta vulgaris L.) sebagai bahan tambahan minuman suplemen,” J. Kim. Ris., vol. 5, no. 2, pp. 113–119, 2020.

T. T. Irianti, Sugiyanto, S. Nuranto, and Kuswandi, Antioksidan. Yogyakarta, Indonesia, 2017.

M. Michalak, “Plant extracts as skin care and therapeutic agents,” Int. J. Mol. Sci., 2023.

D. Székely, D. Furulyás, and M. Stéger-Máté, “Investigation of mineral and vitamin C contents in different parts of beetroots (Beta vulgaris L.),” Not. Bot. Horti Agrobot. Cluj-Napoca, vol. 47, no. 3, pp. 615–620, 2019, doi: 10.15835/nbha47311394.

R. L. Vifta et al., “Analisis flavonoid total ekstrak buah bit (Beta vulgaris L.) berdasarkan metode dan lama,” J. Res. Pharm., vol. 5, no. 1, pp. 86–98, 2025.

R. K. Saputri et al., “Aktivitas antioksidan dan karakterisasi nanopartikel ekstrak kulit salak Wedi sebagai kosmetik antiaging,” Biosci. J. Ilm. Biol., vol. 12, no. 1, pp. 37–49, 2024.

T. P. Ananda, Y. Febriani, and S. Sudewi, “Formulasi sediaan body lotion dari ekstrak etanol buah bit (Beta vulgaris L.) sebagai pelembap kulit dan antioksidan,” J. Pharm. Sci., vol. 6, no. 3, pp. 980–988, 2023, doi: 10.36490/journal-jps.com.v6i3.51.

Y. Febriani, N. Sari, and P. P. Melisa, “Formulasi dan uji antioksidan sediaan face mist dari ekstrak etanol buah bit (Beta vulgaris L.) sebagai pelembap wajah,” Forte J., vol. 5, pp. 34–43, 2025.

A. Farika, L. M. Jauharina, A. R. Maulida, and I. Kristianingsih, “Aktivitas antioksidan lip tint kombinasi buah bit dan ekstrak kulit buah manggis sebagai antioksidan alami pelindung bibir,” Cendekia J. Pharm., vol. 8, no. 1, pp. 1–9, 2024.

D. P. Asrini, A. Retnaningsih, and E. R. Sembiring, “Formulation and antioxidant activity test shampoo preparations of red beet extract (Beta vulgaris L.) with DPPH method,” J. Anal. Farm., vol. 10, pp. 16–31, 2025.

D. W. C. Susanto, P. V. Yamlean, and K. L. Mansauda, “Formulasi dan evaluasi krim kombinasi ekstrak kulit semangka (Citrullus lanatus) dan ekstrak kulit pepaya (Carica papaya L.) sebagai pelembap,” Pharmacon, vol. 13, no. 1, p. 470, 2024, doi: 10.35799/pha.13.2024.49564.

D. Melinda and Tatiana, “Formulasi dan uji efektivitas kelembaban sediaan krim body scrub kombinasi tepung beras ketan hitam (Oryza sativa L. var. glutinosa) dan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmanni),” J. Kesehat. Bhakti Husada Mulia Madiun, vol. 10, no. 1, pp. 1–14, 2023.

R. Asra, R. D. Yetti, D. Ratnasari, and N. Nessa, “Studi fisikokimia betasianin dan aktivitas antioksidan dari umbi bit merah (Beta vulgaris L.),” J. Pharm. Sci., vol. 3, no. 1, pp. 14–21, 2020, doi: 10.36490/journal-jps.com.v3i1.35.

F. Martinez et al., “Use of standardized units for a correct interpretation of IC50 values obtained from the inhibition of the DPPH radical by natural antioxidants,” Chem. Pap., vol. 74, no. 10, pp. 3325–3334, 2020, doi: 10.1007/s11696-020-01161-x.

N. Kay and D. Atalay, “Color stability and change in bioactive compounds of red beet juice concentrate stored at different temperatures,” J. Food Sci. Technol., vol. 56, no. November, pp. 5097–5106, 2019, doi: 10.1007/s13197-019-03982-5.

Published

2026-08-29

How to Cite

Puspita, K. D., & Agustin, E. W. (2026). Formulasi dan Evaluasi Sediaan Krim Pelembab Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Bit (Beta Vulgaris L.) Dengan Metode DPPH . Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 12(1), 29–41. https://doi.org/10.33474/ejbst.v12i1.648

Issue

Section

Article (Makalah)