Estimasi Populasi Tokek Rumah (Gekko gecko) di Wilayah Madura (Kab. Sumenep, Kab. Pamekasan, Kab. Sampang dan Kab. Bangkalan)

Authors

  • Argus Argus Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Annuqayah, Sumenep, Indonesia
  • Kusyandi Kusyandi Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Annuqayah, Sumenep, Indonesia
  • Ahmad Rofik Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Annuqayah, Sumenep, Indonesia
  • Misdari Misdari Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Annuqayah, Sumenep, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33474/ejbst.v11i1.624

Keywords:

Estimasi, Populasi Tokek Rumah, Gekko gecko, Madura, Keberlanjutan dan Konservasi

Abstract

Di wilayah Madura, keberadaan tokek rumah sering kali dianggap sebagai hewan yang memiliki nilai ekonomi, karena kepercayaan tradisional masyarakat terhadap manfaatnya, termasuk dalam bidang kesehatan dan pengobatan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi populasi tokek rumah (Gekko gecko) di empat kabupaten di Pulau Madura, yaitu Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan. Survei dilakukan melalui wawancara penduduk dan observasi langsung menggunakan metode Visual Encountered Survey. Hasil menunjukkan estimasi total populasi tokek rumah sebesar 978.094 individu, dengan distribusi tertinggi di Kabupaten Sumenep (393.492 individu) dan terendah di Pamekasan (140.168 individu). Faktor-faktor seperti perburuan, urbanisasi, perubahan tata guna lahan, dan musim hujan memengaruhi populasi. Penelitian ini menekankan pentingnya regulasi dan pengelolaan yang berkelanjutan untuk melestarikan spesies ini, mengingat perannya dalam ekosistem dan nilai ekonominya.      

References

. Kurniati, H. (2019). Estimasi Populasi Tokek Rumah (Gekko gecko Linnaeus, 1758) di Kaki Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Jawa Bagian Barat. Jurnal Biologi Indonesia, 15(2), 141-151.

. Rahayuningsih, M, Hamidy A, Riyanto Awal, Tundiyati, Irfan, dan Arifin M.S. 2023. Estimasi Populasi Tokek Rumah (Gekko gecko Linaeus 1758) di Kota Semarang, Kab. Boyolali, Kab. Grobogan. Indonesian Journal of Conservation 12 (1) (2023) 64-74

. Astuti, R. A., et al. (2021). Traditional beliefs and economic value of house geckos in East Java. Indonesian Journal of Ethnobiology, 5(2), 87–94.

. CITES. 2019. Amendments to Appendix I and II of CITES. Proposal: Inclusion of Gekko gecko in Appendix II, meeting of the Conference of the Parties Colombo (Sri Lanka), 23 May-3 June 2019.

. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(KLHK). (2022). Kuota Pengambilan Tumbuhan Alam dan Penangkapan Satwa Liar. Percetakan IPB, Bogor – Indonesia

. Caillabet, OS. (2013). The trade in Tokay Geckos in South-East Asia: with a case study on Novel Medicinal Claims in Peninsular Malaysia. A TRAFFIC Southeast Asia Report. Selangor, Malaysia. 44 pp.

. Nugroho, P., & Purwanto, E. (2015). Habitat preferences and threats to reptilian diversity in rural Indonesia. Tropical Ecology, 56(4), 637–645.

. Kurniati, H. (2020). Metode Survei Populasi Tokek Rumah, Gekko gecko (Linnaeus, 1758) di Alam dan Estimasi Populasinya (I. Maryanto (ed.)). Laboratorium Herpetologi Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

. Gamble, T., Greenbaum, E., Jackman, T. R., & Bauer, A. M. (2015). Into the light: diurnality has evolved multiple times in geckos. Biological Journal of the Linnean Society, 115(4), 896–910. https://doi.org/ 10.1111/ bij.12536

Published

2025-08-31

How to Cite

Argus, A., Kusyandi, K., Rofik, A. ., & Misdari, M. (2025). Estimasi Populasi Tokek Rumah (Gekko gecko) di Wilayah Madura (Kab. Sumenep, Kab. Pamekasan, Kab. Sampang dan Kab. Bangkalan). Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 11(1), 67–80. https://doi.org/10.33474/ejbst.v11i1.624

Issue

Section

Article (Makalah)