Klasifikasi Tanah Di Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul Berdasarkan Metode MASW

Authors

  • Heru Gunawan Magister Manajemen Bencana, UPN Veteran Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
  • Yohana Noradika Maharani Magister Manajemen Bencana, UPN Veteran Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
  • Wijayanto Wijayanto Magister Manajemen Bencana, UPN Veteran Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
  • Arif Rianto Budi Nugroho Magister Manajemen Bencana, UPN Veteran Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
  • Suharsono Suharsono Magister Manajemen Bencana, UPN Veteran Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33474/ejbst.v11i1.623

Keywords:

Klasifikasi tanah, kecepatan gelombang geser, MASW, Vs30, Kapanewon Kasihan

Abstract

Kapanewon Kasihan merupakan daerah berisiko tinggi terhadap gempa bumi karena dekat dengan dua sumber gempa utama ayitu zona subduksi Jawa dan Sesar Opak. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan klasifikasi jenis tanah di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, menggunakan metode Multi-channel Analysis of Surface Waves (MASW). Penelitian ini melibatkan pengukuran kecepatan gelombang geser (Vs) untuk memperkirakan Vs30 dan mengklasifikasikan jenis tanah berdasarkan SNI 1726:2019. Hasil menunjukkan nilai Vs30 berkisar antara 260-440 m/s, dengan dominasi tanah sedang (SD) di sebagian besar wilayah, terutama di Kalurahan Ngestiharjo, Tamantirto, Tirtonirmolo, dan wilayah timur Kalurahan Bangunjiwo. Tanah keras (SC) ditemukan di bagian barat dan utara Kalurahan Bangunjiwo. Pemahaman karakteristik tanah ini penting untuk perencanaan fondasi bangunan yang aman, desain infrastruktur, dan manajemen risiko bencana gempa bumi. Metode MASW terbukti efektif dalam menganalisis sifat mekanik tanah, berkontribusi pada mitigasi bencana dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap gempa di wilayah seismik aktif seperti Indonesia.

References

S. Pena-Castellnou, V. Steinritz, G. I. Marliyani, and K. Reicherter, "Active tectonics of the Yogyakarta area (Central Java, Indonesia): preliminary findings obtained from a tectonic-geomorphic evaluation," IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci., vol. 851, p. 012005, 2021. doi: 10.1088/1755-1315/851/1/012005.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul, "Kecamatan Kasihan Dalam Angka 2024," Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul, 2024.

R. Bilham, "The seismic future of cities," Bull. Earthquake Eng., vol. 7, no. 4, pp. 839–887, 2009.

I. Khadrouf, I. Hammoumi, Goumi dan Oukassou, "Contribution of HVSR, MASW, and geotechnical investigations in seismic microzonation for safe urban extension: A case study in Ghabt Admin (Agadir), western Morocco," Journal of African Earth Sciences, vol. 210, 2024.

M. Farid, A. I. Hadi, R. Refrizon, H. Suhartoyo, L. Litman, D. I. Fadli dan E. Putriani, "The combination of HVSR and MASW methods with Landsat 8 imagery to assess the changing shoreline along the coastal area of Central Bengkulu," Trends in Sciences, vol. 21, no. 5, p. 7544, 2024. doi: 10.48048/tis.2024.7544.

M. Senkaya, "Vs30-based site classification and site-specific ground response analysis assessment for densely populated Trabzon (NE Turkey) urban areas," Acta Geophys., vol. 71, pp. 129–146, 2023. doi: 10.1007/s11600-022-00887-4.

Published

2025-08-31

How to Cite

Gunawan, H., Maharani, Y. N. ., Wijayanto, W., Nugroho, A. R. B. ., & Suharsono, S. (2025). Klasifikasi Tanah Di Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul Berdasarkan Metode MASW. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 11(1), 56–66. https://doi.org/10.33474/ejbst.v11i1.623

Issue

Section

Article (Makalah)