Kadar Agen Pembusa Alami dari Ekstrak Buah Lerak (Sapindus rarak) dengan Perbedaan Rasio Simplisia-Pelarut

Authors

  • Oktavina Kartika Putri Program Studi D3, Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang, Indonesia
  • Ernanin Dyah Wijayanti Program Studi D3, Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang, Indonesia
  • Noor Annisa Susanto Program Studi D3, Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang, Indonesia
  • Khalimatus Nur Eka Agustanti Program Studi D3, Politeknik Kesehatan Putra Indonesia Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33474/ejbst.v10i2.615

Keywords:

ekstrak buah lerak, kadar saponin total, rasio simplisia dan pelarut

Abstract

Buah lerak (Sapindus rarak) telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat khususnya dalam bidang farmasi sebagai antibakteri, insektisida, antiprotozoa, larvasida, hemolisis, sitostatik, antikanker, dan antiseptik. Manfaat tersebut karena kadar saponin yang tinggi (12-28%) pada buah lerak, sehingga berpotensi bermanfaat sebagai sumber saponin. Salah satu cara untuk memperoleh saponin dengan jumlah optimum adalah dengan mengatur rasio simplisia dan pelarut ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar saponin total ekstrak buah lerak dengan variasi rasio simplisia dan pelarut ekstraksi. Rasio simplisia buah lerak dan metanol yang digunakan adalah 1:4, 1:6, dan 1:8. Penetapan kadar saponin total ekstrak buah lerak (standar diosgenin) dilakukan dengan Metode Hiai dan Oura (1976). Analisis data dilakukan dengan One Way ANOVA dan Post Hoc Test. Kadar saponin total ekstrak buah lerak dengan rasio 1:4 adalah 1,827 ± 0,145 μgDE/mL; dengan rasio 1:6 adalah 2,079 ± 0,039 μgDE/mL, dan dengan rasio 1:8 adalah 2,050 ± 0,024 μgDE/mL. Uji One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan kadar saponin total pada masing-masing rasio. Uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara rasio 1:6 dengan rasio 1:4 dan rasio 1:8 dengan rasio 1:4. Dapat disimpulkan bahwa rasio simplisia buah lerak dan pelarut ekstraksi berpengaruh terhadap kadar saponin totalnya. Kadar saponin total tertinggi diperoleh dari ekstrak buah lerak dengan rasio 1:6.

References

E. Laela, I. Isnaini, E. Y. Rufaida, and R. Sayogo, “Efektivitas Sabun Alami terhadap Warna Batik,” Din. Kerajinan Dan Batik Maj. Ilm., vol. 35, no. 2, p. 119, Dec. 2018, doi: 10.22322/dkb.v35i2.4187.

D. A. Piputri and L. Dewi, “Pengaruh Frekuensi Pencucian dengan Menggunakan Lerak (Sapindus rarak De Candole) pada Ketajaman Warna Batik Dulit Gresik,” J. Tata Busana, vol. 3, no. 1, pp. 175–179, 2014.

R. Singh and B. Sharma, “Morphological Characteristics of Sapindus Species,” in Biotechnological Advances, Phytochemical Analysis and Ethnomedical Implications of Sapindus species, Singapore: Springer Singapore, 2019, pp. 5–15. doi: 10.1007/978-981-32-9189-8_2.

N. Yanti, “Efek antibakteri buah lerak terhadap streptococcus mutans,” Dentika Dent. J., vol. 14, no. 1, pp. 53–58, 2009.

L. Udarno, “Lerak (Sapindus rarak) Tanaman Industri Pengganti Sabun,” War. Penelit. Dan Pengemb. Tanam. Ind., vol. 15, no. 1, pp. 1–4, 2009.

R. Widyasari, I. Fathon, R. Satria Darwis, and H. Endrowahyudi, “Antibacterial Effectiveness of Lerak Fruit Ethanol Extract (Sapindus rarak DC) and 2% Chlorhexidine in Enterococcus faecalis,” J. Health Dent. Sci., vol. 1, no. Volume 1 No 2, pp. 188–196, Sep. 2021, doi: 10.54052/jhds.v1n2.p188-196.

R. Singh and B. Sharma, “Pharmacological Activities and Medicinal Implications of Sapindus spp.,” in Biotechnological Advances, Phytochemical Analysis and Ethnomedical Implications of Sapindus species, Singapore: Springer Singapore, 2019, pp. 89–105. doi: 10.1007/978-981-32-9189-8_6.

G. Mediana and D. Prijono, “Pengaruh Pemanasan dan Penyimpanan terhadap Aktivitas Insektisida Ekstrak Lerak (Sapindus rarak) pada Larva Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Crambidae),” Agrovigor, vol. 7, no. 2, pp. 90–98, Sep. 2014.

A. C. F. Amaral et al., “Saponins as Potential Antiprotozoal Agents,” in Antiprotozoal Drug Development and Delivery, vol. 39, A. B. Vermelho and C. T. Supuran, Eds., in Topics in Medicinal Chemistry, vol. 39. , Cham: Springer International Publishing, 2021, pp. 23–48. doi: 10.1007/7355_2021_141.

P. L. Isrianto and S. Kristianto, “Bioaktivitas Larvasida Ekstrak Buah Lerak terhadap Larva Aedes aegypti Instar III,” J. Biol. Dan Pembelajaran Biol., vol. 2, no. 2, pp. 1–10, 2017.

A. D. Kusumawardhani, “Pengaruh Sediaan Salep Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn.) terhadap Jumlah Fibroblas Luka Bakar Derajat IIA pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar,” Maj. Kesehat. FKUB, vol. 2, no. 1, pp. 16–28, Mar. 2015.

J. Li and V. Monje-Galvan, “In Vitro and In Silico Studies of Antimicrobial Saponins: A Review,” Processes, vol. 11, no. 10, p. 2856, Sep. 2023, doi: 10.3390/pr11102856.

I. Chaieb, “Saponins as Insecticides: a Review,” Tunis. J. Plant Prot., vol. 5, no. 1, pp. 39–50, 2010.

Published

2025-01-20

How to Cite

Putri, O. K., Wijayanti, E. D., Susanto, N. A., & Agustanti, K. N. E. (2025). Kadar Agen Pembusa Alami dari Ekstrak Buah Lerak (Sapindus rarak) dengan Perbedaan Rasio Simplisia-Pelarut. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 10(2), 54–62. https://doi.org/10.33474/ejbst.v10i2.615

Issue

Section

Article (Makalah)