Kandungan Senyawa Ekstrak Daun Jarak Merah (Jatropha gossypifolia L.) dan Potensinya sebagai Antibakteri
DOI:
https://doi.org/10.33474/ejbst.v10i2.614Keywords:
bakteri, etanol, mekanisme penghambatan antibakteri, metabolit sekunderAbstract
Tanaman jarak merah (Jatropha gossypifolia L) sejak dahulu dikenal sebagai tanaman obat-obatan. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa daun tanaman jarak merah dapat digunakan sebagai antibakteri. Aktivitas antibakteri dapat dihasilkan karena adanya kandungan senyawa fitokimia yang dihasilkan oleh daun tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui kandungan senyawa fitokimia daun ekstrak daun jarak merah dan mengkaji potensinya sebagai antibakteri. Metode penelitian ini adalah eksperimen yang menjelaskan proses ekstraksi, kandungan senyawa fitokimia dan potensi kandungan fitokimia tersebut sebagai antibakteri. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Senyawa fitokimia diuji secara kualitatif terhadap kandungan alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid atau terpenoid. Potensi senyawa fitokomia sebagai antibakteri dikaji melalui berbagai sumber literatur. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak daun jarak merah adalah sebesar 6,73%. Ekstrak daun jarak merah tersebut positif mengandung fitokimia alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Berdasarkan kajian literatur diketahui bahwa 1) alkaloid memiliki aktivitas antibakteri dengan menghambat sintesis peptidoglikan sel bakteri, 2) flavonoid sebagai antibakteri yang dapat mempengaruhi fungsi membran sel bakteri, 3) tanin sebagai antibakteri dengan cara menghambat enzim DNA transkriptase dan topoisomerase, dan 4) saponin sebagai antibakteri dengan merusak dinding sel bakteri.
References
Nugroho, I. A. (2010). Lokakarya Nasional Tumbuhan Obat Indonesia. Edisi ke-2. Apforgen. Bogor.
Torokano, S., Khumaidi, A., and Nugrahani, A, W. 2018. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Jarak Merah (Jatropha gossypifolia) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Natural Science: Journal of Science and Technology. 7(1):117-126.
Khare, C.P. (2007). Indian Medicinal Plants. Berlin/Heidelberg: SpringerVerlag: 721-722.
Khyde MS and Vaikos NP. (2011). Pharmacognostical and Phytochemical Evaluation of Leaves of Jatropha gossypifolia L. International Journal of Research in Ayurveda and Pharmacy, 2(1):177-180.
Mukhriani, M. 2014. Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, dan Identifikasi Senyawa Aktif. Jurnal Kesehatan, VII (2): 361-367
Susanty and Bachmid, F. 2016. Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi Dan Refluks Terhadap Kadar Fenolik Dari Ekstrak Tongkol Jagung (Zea mays L.). Konversi, 5(2): 87-93.
Riwanti, P., Izazih, F. and Amaliyah. 2018. Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Etanol Pada Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 50,70 dan 96% Sargassum polycystum dari Madura. Journal of Pharmaceutical-Care Anwar Medika, 2(2):35–48.
Harborne, J. B. 1987. Metode Fitokimia. Terjemahan dari Phytochemical Methods. Penerjemah K. Padmawinata dan I. Soediro. Penerbit ITB. Bandung, 354.
Senduk, T. W., Montolalu, L. A. D. Y., and Dotulong, V. 2020. Rendemen Ekstrak Air Rebusan Daun Tua Mangrove Sonneratia alba. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, 11(1), 9–15. https://doi.org/10.35800/jpkt.11.1.2020.28659
Lestari, E. D., Tivani, I., and Susiyarti, S. 2021. Perbandingan efektivitas antibakteri ekstrak maserasi dan refluks daun pepayan (Carica papaya L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Parapemikir:Jurnal Ilmiah Farmasi, X(X): 1-10.
Pebrian, R., Marini, M., Partiwi S., 2021. Pengaruh Perbedaan Metode Maserasi Dan Remaserasi Kulit Pisang Nangka (Musa paradisiaca L.) Terhadap Penapisan Fitokimia. HERBAPHARMA Journal of Herb Farmacological, 3(2):89-95
Zaini, M., Hidriya, H., and Japeri, J. (2020). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Muntingia calabura dengan Variasi Laju Pengadukan menggunakan Macerator-Magnetic Stirrer (M-MS). Jurnal Pharmascience, 07(02), 27–35. https://doi.org/10.20527/jps.v7i2.9037
Diniatik, D. 2015. Penentuan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanolik Daun Kepel (Stelechocarpus burahol (Bl.) Hook f. & Th.) dengan Metode Spektrofotometri. Kartika-Jurnal Ilmiah Farmasi, 3(1): 1–5. https://doi.org/10.26874/kjif.v3i1.90
Yulianti, W., Ayuningtiyas, G., Martini, R., and Resmeiliana, I. 2020. Pengaruh Metode Ekstraksi dan Polaritas Pelarut terhadap Kadar Fenolik Total Daun Kersen (Muntingia calabura L.). Jurnal Sains Terapan, 10(2): 41–49. https://doi.org/10.29244/jstsv.10.2.41-49
Wardaningrum, R. Y., Susilo, J., and Dyahariesti, N. 2019. Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Terpurifikasi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dengan Vitamin E. Skripsi. Universitas Ngudi Waluyo. Ungaran
Pawarti, N., Iqbal, M., Ramdini, D. A., and Yuliyanda, C. 2023. Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Persen Rendemen dan Kadar Fenolik Ekstrak Tanaman yang Berpotensi sebagai Antioksidan. Jurnal Medula, 13(4), 590–593.
Abubakar, A. R., and Haque, M. 2020. Preparation of Medicinal Plants: Basic Extraction and Fractionation Procedures for Experimental Purposes. Journal of Pharmacy Bioallied Science, 12(1):1–10.
Ningrum, R., Purwanti, E., and Sukarsono, S. 2016. Identifikasi Senyawa Alkaloid Dari Batang Karamunting (Rhodomyrtus Tomentosa) Sebagai Bahan Ajar Biologi Untuk Sma Kelas X. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2 (3): 231-236.
Joshua, M., and Takudzwa, M. 2013. Antibacterial Properties of Mangifera Indica On Staphylococcus aureus. African J. Clin. Exp. Microbiol, 14(2): 62–74.
Verdiana, M., Widarta, I. W. R., and Permana, I. D. G. M. 2018. Gelombang Ultrasonik terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Lemon (Citrus limon (Linn.) Burm F.). Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 7(4), 213–222. https://doi.org/10.24843/itepa.2018.v07.i04.p08
Mierza, V., Antolin S., Ichsani A., Dwi, N., Sridevi, A., and Dwi, S. 2023. Research Article: Isolasi dan Identifikasi Senyawa Terpenoid. Jurnal Surya Medika. 9(2):134-141
Mutik, M, S., Sibero, M. T., Widianingsih, W., Subagiyo, S., Pribadi, R., Haryanti, D., Ambariyanto, A., and Murwani, R. 2022. Kandungan Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Biologis Ekstrak Daun Rhizophora apiculata Asal Perairan Teluk Awur, Jepara. Jurnal Kelautan Tropis. 25(3):378-390
Wulandari, L., and Umam, K. (2023). Potensi Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) dalam Menghambat Bakteri Patogen (E. sakazakii, S. typi, dan L. monocytogenes). Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 8(2), 18–31. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v8i2.497
Pertiwi, F. D., Rezaldi, F., and Puspitasari, R. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 7(2), 57–68. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v7i2.471
Cushnie, T. P. T., and Lamb, A. J. 2005. Antimicrobial Activity of Flavonoids. International Journal of Antimicrobial Agents, 26: 343–356. https://doi.org/10.1016/j.ijantimicag.2005.09.002
Tilarso, D. P., Muadifah, A., Handaru, W., Pratiwi, P. I., and Khusna, M. L. 2023. Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Sirih dan Belimbing Wuluh dengan Metode Hidroekstraksi. Chempublish Journal, 6(2), 63–74. https://doi.org/10.22437/chp.v6i2.21736
Sulastrianah, S., Imran, I. and Fitria, E. S. (2007). Uji Daya Hambat Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Daun Sirih (Piper betle L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli. Medula: Jurnal Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, 1(2):76–84.
Ngajow, M., Abidjulu, J. and Kamu, V. S. (2013). Pengaruh Antibakteri Ekstrak Kulit Batang Matoa (Pometia pinnata) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus secara In vitro. Jurnal MIPA UNSRAT Online, 2(2): 128–132.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siska Tridesianti, Astuti Kusumorini, Alfi Malika Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



