Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik Dengan Modalitas Nebulizer Dan Terapi Latihan Di Rsud Paru Madiun

Authors

  • Ahmad Syarifuddin Ma'arif Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Indonesia
  • Nurma Auliya Hamidah Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Indonesia
  • Dimas Arya Nugraha Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33474/ejbst.v10i2.610

Keywords:

Breathing Control, Skala Borg, Pursed lips Breathing, mMRC, Midline, Nebulizer

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) adalah penyakit paru yang dapat dicegah dan diobati, ditandai dengan adanya keterbatasan aliran udara yang masuk kedalam tubuh dan umumnya bersifat progresif, akibat dari paparan polusi udara dan gas berbahaya yang dapat memberikan gambaran gangguan sistemik. Penyakit paru kronis dapat ditandai dengan gejala pernapasan yang terus-menerus dan adanya hambatan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan saluran napas atau alveolar sebagai respon inflamasi dari paparan partikel atau gas berbahaya. Penyakit ini merupakan gangguan yang mempengaruhi pola aliran udara dari dalam dan keluar paru. Penyakit ini merupakan penyakit yang tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di indonesia. Seseorang yang mempunyai riwayat penyakit ini ketika udara terasa dingin dan terkena debu, polusi atau seorang perokok. Untuk mengidentifikasi penatalaksanaan Fisioterapi pada kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik, mengetahui dan menerapkan intervensi fisioterapi yang dapat digunakan pada kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik menggunakan modalitas Nebulizer, Breathing Control, Pursed Lip Breathing, dan Batuk Efektif. Setelah dilakukan terapi selama 4x terapi didapatkan hasil Nilai Respiratory Rate dari T0 : 22x/menit menjadi T4 : 19x/menit, nilai SPO2 dari T0 : 96% menjadi T4 : 98%, nilai skala borg dari T0 : 2 , sesak nafas ringan mengalami penurunan menjadi T4 : 0, tidak ada sesak napas sama sekali, hasil derajat sesak yang awalnya T0 : mendapatkan nilai 3, sesak timbul saat berjalan 100 m menjadi T4 : 1, sesak timbul saat berjalan cepat, pengeluaran sputum dari T0 : 0 ml menjadi T4 : 5 ml, nilai antropometri titik Axila dari T0-T4 mengalami peningkatan yaitu 1 cm, Ics 4-5 dan Prosesus xipoideus dari T0-T4 memiliki perubahan yang sama yaitu mengalami kenaikan 0,5 cm. Nebulizer Untuk Mengencerkan Sputum Dan Meredakan Gejala Sesak Nafas, Breathing Control Untuk Meningkatkan Ekspansi Sangkar Thoraks dan memperbaiki bentuk dada, Pursed Lip Breathing Untuk Memperbaiki Respiratory Rate, Meningkatkan Saturasi Oksigen Dan Mengurangi Spasme, Batuk Efektif Untuk Mengeluarkan Sputum

References

Afle, Grover, R., 2014. “To Study Effectiveness of Buteyko Breathing Technique Versus Diaphragmatic Breathing in Asthmatics,” Original Research, Int J Physiother. Jurnal Vol.1 (3), 116-119.

Ahiyanasari, C.A.E & nurmala, I., 2018. “The Intention of Female High School.”

Alamri, M. S., & Almazan, J. U., 2018. “Barriers of physical assessment skills among nursing students in Arab Peninsula,” International Journal of Health Sciences, 12(3), 58–66.

Alfajri, A. Akhmad, 2014. “Efektifitas dari Tindakan Chest Pshysiotherapy pada Individu dengan Gangguan Faal Paru,” Tesis pada Program Pasca Sarjana Fisiologi Olahraga Konsentrasi Fisioterapi: tidak diterbitkan.

Alie, Y., & Rodiyah, 2013. “Pengaruh Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang,” Jurnal Metabolisme, 2(3), 15–21.

Allali, G., Launay, C.P., Blumen, H.M., Callisaya, M.L., De Cock, A.-M., Kressig, R.W., Srikanth, V., Steinmetz, J.-P., Verghese, J., Beauchet, O., Biomathics Consortium, 2017. “Falls, Cognitive Impairment, and Gait Performance: Results From the GOOD Initiative,” J. Am. Med. Dir. Assoc. 18, 335–340.

Amanati, S., Najizah, F. and Istifada, J., 2020. “PENGARUH NEBULIZER, INFRARED, DAN CHEST PHYSIOTHERAPY PADA ASMA BRONCHIALE,” Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi, 4, 2 (Aug. 2020), 99-105.

Andarmoyo, dan Sulistyo, 2012. “Keperawatan Keluarga Konsep Teori, Proses dan Praktik Keperawatan,” Yogyakarta: Graha Ilmu.

Anggarsari, Y, D., Yuyun Setyorini., Akhmad Rifai, 2018. “Studi Kasus Gangguan Pola Nafas Tidak Efektif Pada Pasien Efusi Pleura,” Jurnal: Terpadu Ilmu Kesehatan, 7(2). Hal. 101-221.

Azkadina, 2017. “Apa yang dimaksud dengan terapi latihan pada fisioterapi,” Diperoleh 23 maret 2018 dari, https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksuddengan-terapi-latihan-pada-fisioterapi/12968.

Bambang T, 2012. “Instrumen Pemeriksaan Fisioterapi dan Penelitian Kesehatan,” Yogyakarta: Nuha MedikaBoston: Pearson Education, Inc.

Puskesmas Indralaya. In Proceeding Seminar Nasional Keperawatan (Vol. 6, No. 1, pp. 25-30).

Dai, A., Mulyono, S., & Khasanah, U, 2020. “Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Diet Gout Artrithis Pada Lansia,” Journal of Islamic Nursing, 5(1), 1–12.

Dervis, B., 2016. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689– 1699.

El Naser, F., Medison, I. and Erly, E., 2016 “Gambaran Derajat Merokok Pada Penderita PPOK di Bagian Paru RSUP Dr. M. Djamil’,” Jurnal Kesehatan Andalas, 5(2), pp. 306–311.

Fauziyah, I., Fajriyah, N. N., & Faradisi, F., 2021). “Literature Review: Pengaruh Batuk Efektif Untuk Pengeluaran Sputum Pada Pasien Tuberculosis,” Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1(Anggraeni 2019), 1516–1523.

Gold, 2018. “Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease”.

Herawati, I., & Wahyuni, 2017. “Pemeriksaan Fisioterapi,” Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Huriah, T., & Wulandari, D., 2017. “Pengaruh Active Cycle Of Breathing Technique Terhadap Peningkatan Nilai VEP1, Jumlah Sputum, dan Mobilisasi Sangkar Thoraks Pasien PPOK,” 1(2), 44–54.

Ikawati, Z., 2016. “Penatalaksanaan terapi penyakit sistem pernapasan,” Yogyakarta:Bursa Ilmu.

Ira N., 2018. ”Promosi Kesehatan,” Surabaya: Airlangga University Press.

Irsyad, M. & Rasila, E., 2015. “Aplikasi Pencarian Lokasi Gedung dan Ruangan UniversitasIslam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau pada Platform Android Menggunakan Algoritma A-Star (A*),” Journal CoreIT, Volume I, pp. 90- 95.

Jonathan S, Damayanti T, Antariksa B, 2019. “Patophysiology of Emphysema,” Jurnal Respirologi Indonesia, 39(1):60-69 DOI:10.36497/jri.v39i1.

Kardiyudiani, N.K., Susanti, B.A.D, 2019. “Keperawatan Medikal Bedah 1,” Yogyakarta: PT.Pustaka Baru.

Shodiq, N., R., & Dewi, E., 2017. “Intervensi Keperawatan Dalam Upaya Peningkatan Keefektifan Pola Nafas Pada Pasien Dengan PPOK,” Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Nurbadriyah, W. D., 2022. “Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK),” In Asuhan Keperawatan Sistem pernafasan Berbasis SDKI, SIKI, dan SLKI (pp. 108–121).

Pahal P, Rajasurya V, Sharma S., 2015. “Typical bacterial pneumonia In StatPearls,” PERMENKES RI NOMOR 65 tahun (2015) Pasal I ayat 2, Tentang Standar Pelayanan Fisioterapi.

Putra., W. S., 2019. “Pengaruh Chest Therapy Terhadap Sesak Napas Dan Ekspansi Thorak Pasien Dengan Pneumonia Di Rsud Dr. Darsono Pacitan”.

Published

2025-01-20

How to Cite

Ma’arif, A. S. ., Hamidah, N. A. ., & Nugraha, D. A. . (2025). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik Dengan Modalitas Nebulizer Dan Terapi Latihan Di Rsud Paru Madiun. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 10(2), 31–36. https://doi.org/10.33474/ejbst.v10i2.610

Issue

Section

Article (Makalah)