Potensi Antibakteri Senyawa Aktif Bunga Cananga odorata Terhadap Mycobacterium tuberculosis
DOI:
https://doi.org/10.33474/ejbst.v10i1.566Keywords:
2FUM, Cananga odorata, In Silico, TuberculosisAbstract
Pengobatan tuberculosis (TB) yang efektif melibatkan penggunaan kombinasi antibiotik yang bersifat anti-TB untuk jangka waktu yang cukup lama. Pengobatan TB harus dilakukan dengan rutin dan tepat agar efektif dan mencegah resistensi obat. Resistensi antibiotik pada TB akan mempersulit pengobatan dan pengendalian dari penyakit TB. Bunga kenanga (Cananga odorata) memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antibakteri, sehingga dilakukan simulasi molecular docking dan analisis prediksi druglikeness sebagai kandidat obat anti-TB. Senyawa aktif bunga C.odorata dilakukan aktivitas anti-TB melalui simulasi molecular docking dengan PyRX 0.8 terhadap protein PknB Mycobacterium tuberculosis (PDB ID 2FUM) dan visualisasi dengan Biovia Discovery Studio Visualizer 2019. Senyawa aktif juga dilakukan analisis druglikeness menggunakan SwissADME dengan pengamatan Lipinski’s Rule of Five dan filter Ghose dan Veber. Hasil simulasi molecular docking senyawa aktif C. odorata memiliki senyawa aktif yang mampu menghambat protein PknB M. tuberculosis diantaranya geranyl acetate, geraniol dan linalyl acetate. Senyawa tersebut secara berturut turut memiliki nilai binding affinity -5.6; -5,3 dan -5,2 yang memiliki nilai binding affinity mendekati nilai senyawa pembanding (Mitoxantrone) yaitu -7.7. Hasil analisis druglikeness menunjukkan senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate berpotensi dikembangkan menjadi sediaan dalam bentuk oral. Senyawa geranyl acetate dan linalyl acetate dalam bunga C. odorata memiliki potensi yang baik sebagai terapi anti-TB dalam bentuk sediaan oral.
References
W. H. Organization, Global tuberculosis report 2021: supplementary material. World Health Organization, 2022. Accessed: Aug. 16, 2024. [Online]. Available: https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=DHkOEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=%5B1%5D%09World+Health+Organization,+Global+Tuberculosis+Report.+2020.+%5BOnline%5D.+Available:+http://apps.who.int/bookorders.&ots=lf3nlzjBsd&sig=wUEjRoMK_l4NGzQ5a5AuMeSbFII
R. Fukunaga, “Epidemiology of tuberculosis and progress toward meeting global targets—worldwide, 2019,” MMWR. Morbidity and mortality weekly report, vol. 70, 2021, Accessed: Aug. 16, 2024. [Online]. Available: https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/70/wr/mm7012a4.htm
S. Kaaffah, I. Y. Kusuma, F. S. Renaldi, Y. E. Lestari, A. D. E. Pratiwi, and M. A. Bahar, “Knowledge, Attitudes, and Perceptions of Tuberculosis in Indonesia: A Multi-Center Cross-Sectional Study,” IDR, vol. Volume 16, pp. 1787–1800, Mar. 2023, doi: 10.2147/IDR.S404171.
R. Nurhaini, M. Arrosyid, and H. Putri, “Formulasi dan Uji Aktivitas Antibakteri Deodoran Krim dengan Variasi Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) sebagai Penghilang Bau Badan,” CERATA Jurnal Ilmu Farmasi, vol. 13, no. 1, pp. 26–30, 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Dian Novita Wulandari, Nugroho Wibisono, Denis Mey Mirza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



