Profil Bioaktif pada Tanaman Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) dan Beluntas (Pluchea indica Less)

Profile of Bioactive in “Temulawak” (Curcuma xanthorriza Roxb) and “Beluntas” (Pluchea indica Less) Plants

Authors

DOI:

https://doi.org/10.33474/e-jbst.v4i1.143

Keywords:

Temulawak, Beluntas, bioactive

Abstract

“Temulawak†(Curcuma  xanthorrhiza Roxb.) is one of the raw materials to makes traditional medicine that many spreads in Indonesia and many had been cultivated by society. Utilization of “temulawak†empirically that is one of them as an appetite enhancer. “Beluntas†(Pluchea indica  Less) is one of plants in Indonesia that is able to used as herbal medicine from generation to generation used as drug relief body odor. Bioactive contained in the plants is the active compounds are utilized in the field of health, particularly Pharmacology. The research aim to know the active compound that is in the combination of†temulawak†and†beluntasâ€, and to know the correlation between the compounds in the correlation test. The research method in this research study is experimental laboratory by complete random design by scale of the value of the ring Newton upside down. The data analyzed by Pearson correlation testing. The qualitative result for the active compound test by variety combinations between “temulawak†(Curcuma  xanthorriza Roxb) and “Beluntas†(Pluchea indica  Less) was positive and contain alkaloid, flavonoid, and kuinon. Tannin and saponin were undetected. The results of the correlation test showed a positive relationship in alkaloid Mayer 1:1; dragondroff 2:1 alkaloid and alkaloid Meyer 2:1; alkaloid meyer 1:2. The alkaloids 2:1 and dragondroff 1:1 flavonoids; dragendroff 1:2 alkaloids and flavonoids 1:2; Quinones and 1:2 and alkaloids dragendroff 1:2 shows a negative relationship.

Keywords: Temulawak, Beluntas, bioactive

ABSTRAK

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan salah satu bahan baku obat tradisional yang banyak tersebar di Indonesia dan telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Pemanfaatan temulawak secara empiris yaitu salah satunya sebagai penambah nafsu makan. Beluntas (Pluchea indica Less) merupakan salah satu tanaman Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal yang secara turun temurun dimanfaatkan sebagai obat penghilang bau badan. Bioaktif yang terkandung dalam tanaman tersebut merupakan senyawa aktif yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, khususnya farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan atau bioaktif yang terkandung dalam kombinasi temulawak dan beluntas serta mengetahui hubungan antar senyawa dalam uji korelasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimental laboratorik dengan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan menggunakan skala nilai cincin newton terbalik. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson.  Hasil  analisis fitokimia pada kombinasi antara Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) dan Beluntas (Pluchea indica Less) menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan positif mengandung alkaloid, flavonoid dan kuinon. Sedangkan tanin dan saponin tidak terdeteksi. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yaitu pada alkaloid mayer 1:1 ; alkaloid dragondroff 2:1 dan alkaloid meyer 2:1 ; alkaloid meyer 1:2. Alkaloid dragondroff 2:1 dan flavonoid 1:1; alkaloid dragendroff 1:2 dan flavonoid 1:2; dan Kuinon 1:2 dan alkaloid dragendroff 1:2 menunjukkan hubungan yang negatif.

Kata Kunci : Temulawak, Beluntas, bioaktif

References

] Andria agusta. 2015. Berita Indonesia Miliki 7500 Tanaman Obat. Majalah Republika edisi 28 mei 2015 Hal : 28. http://lipi.go.id/berita/single/indonesia/milik-7500-Tanaman-obat/11540. Diakses tanggal 9 Februari 2017 pukul 13.00 WIB.

Widjaja at al. 2014. Perbedaan Jenis Pelarut Terhadap Kemampuan Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica Less) dalam Mereduksi Besi. Skripsi S-1. Fakultas Tekhnologi Pangan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya: Surabaya.

Sampurno, 2005. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia.

. Yusron, M. 2009. Respon Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) Terhadap Pemberian Pupuk Bio pada Kondisi Agroekologi yang Bebeda. Jurnal Littri, 15 : 6 hal.

Rukmiasih dkk, 2011. Penggunaan Beluntas, Vitamin C dan E sebagai Antioksidan untuk Menurunkan off-odor Daging Itik Alabio dan Cihateup. Jurnal Ilmu Ternak dan Vaterier. 16 (1):9-16.

Depkes RI. 1989. Materia Medika Indonesia, jilid VI. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Harbone, J,B. 1987. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Terbitan Kedua. Bandung:ITB.

Halimah, N. 2010. Uji Fitokimia dan Toksisitas Ekstrak Tanaman Anting-anting (Acalypha indica Linn) Terhadap Larva Udang Artemia salina Leach. Skripsi . Malang:Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Tekhnologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

McMurry, J. And R.C. Fay. 2004, McMurry Fay Chenistry, 4th Edision, Belmont, CA.: Pearson Education International.

Sumardjo, Damin.2006. Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran Dan Program Strata 1 Fakultas Bioeksakta. Jakarta: EGC

Fauziah, L. 2010. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Flavonoid dari Daun Ketela Pohon (Manihot utilissiima pohl). http//miss-purplepharmacy.blogspot.com. Diakses pada tanggal 22 juni 2017 pukul 12.00 WIB.

Safitri D. 2010. Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif Lili Laut (Comaster sp). [Skripsi] dalam Agustina, DS. 2012. Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif Ekstrak Bintang Laut (Culcita Sp).[Skripsi]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Lisdawati, V. 2002. Buah Mahkota Dewa-Toksisitas, Efek Antioksidan, dan Efek Anti Kanker Berdasarkan Uji Penapisan Farmakologi.http://www.mahkotadewa.com/22 juni 2017 pukul 12:00 WIB

Purnomo , M. 2001. Isolasi Flavonoid dari Daun Beluntas (Pluchea indica Less) yang Mempunyai Aktivitas Antimikroba. Terhadap Penyebab Bau Keringat Secara Biotografi [Thesis]. Universitas Airlangga: Surabaya.

Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Edisi ke-4. Terjemahan Kosasih Padmawinata. ITB Press. Bandung.

Kristianingsih, 2005. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Triterpenoid dari Akar Tanaman Kedondong Laut (Polyscias fruticosa) . Skripsi. Universitas Brawijaya: Malang.

Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Edisi ke-4 Terjemahan Kosasih Padmawinata. ITB Press. Bandung

Sangi, M,; Runtuwene. M.R.J,; Simbala, H.E.I. dan Makang, V.M.A. 2008. Analisis Fitokimia Tumbuhan Obat di Kabupaten Minahasa Utara. Chemisttry Progress. Vol 1, hlm:47-53.

Ratnaningtyas, Wulan. (2008). Formulasi Tablet Kunyah Ekstrak Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria [Berg] Roscoe ) dengan Kombinasi Bahan Pengisi Sornitol-Laktosa [Online]. http://etd.eprint.ums.ac.id/977/1/K100040087.pdf [22 juni 2017 pukul 12:00].

Downloads

Published

2018-08-05

How to Cite

Mutrikah, M., Santoso, H., & Syauqi, A. (2018). Profil Bioaktif pada Tanaman Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) dan Beluntas (Pluchea indica Less): Profile of Bioactive in “Temulawak” (Curcuma xanthorriza Roxb) and “Beluntas” (Pluchea indica Less) Plants. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 4(1), 15–21. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v4i1.143

Issue

Section

Article (Makalah)