Uji Kualitas Air Sungai Bengawanjero Di Desa Bojoasri Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan

Water Quality Test of Bengawanjero River in Bojoasri Village of Kalitengah District of Lamongan Regency

Authors

  • Robiatul adawiyah Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Saimul Laili Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ahmad Syauqi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam http://orcid.org/0000-0003-2168-2031

DOI:

https://doi.org/10.33474/e-jbst.v3i3.130

Keywords:

Kualitas Air, Parameter Fisika dan Kimia, Sungai Bengawanjero

Abstract

The research has the objective to know the water quality of Bengawanjero River in terms of the quality of physics and chemistry, and compare the test result with the standard quality of water in government rule of Indonesian Republic No. 28 year 2001. Research use Survey-Qualitative and Quantitative Descriptive method. Qualitatively measured parameters were odor, color, taste, depth, current velocity, brightness. Descriptive quantitative parameters were temperature, turbidity, TSS, TDS, Conductivity, Current velocity, Salinity, DO, BOD, CO2, Ammonia, and pH. Color parameters obtained few turbid, ground smell odor and slightly salty taste. Physical parameters; brightness, depth, current velocity, turbidity, TSS, TDS, conductivity of every station fulfill criteria or as classified normal in accordance with water quality standard of No.82 year 2001 for class II. Based on the quality of the Bengawanjero River waters at every station of the chemical parameters; salinity, BOD, CO2, ammonia, and pH fulfill the water quality standard criteria. The condition of the Bengawanjero River in terms of physical and chemical parameters is normal quality. In the Wates, however, the dissolved oxygen value is lower i.e 3.86 than the permitted quality standard with BOD and turbidity values higher than others were possible by organic factor.

Keywords: Water Quality, Physical and Chemical Parameter, Bengawanjero River

ABSTRAK

Penelitian mempunyai tujuan untuk mengetahui kualitas air sungai Bengawanjero ditinjau dari kualitas fisika dan kimia, dan membandingkan hasil uji dengan standar baku mutu kualitas air PP No 28 tahun 2001. Metode yang digunakan adalah metode Survei-Deskriptif Kualitatif dan Kuantitatif. Secara Kualitatif diukur parameter: Bau, warna, rasa, kedalaman, kecepatan arus, kecerahan. Deskriptif kuantitatif  adalah parameter :  Suhu, Kekeruhan, TSS, TDS, Konduktivitas, Kecepatan arus, Salinitas, DO, BOD, CO2, Amonia, dan pH.. Parameter warna didapatkan agak sedikit keruh, berbau tanah dan rasa agak sedikit asin. Parameter fisika; kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, kekeruhan, TSS, TDS, konduktifitas  tiap stasiun memenuhi kriteria atau tergolong normal sesuai dengan baku mutu air PP No.82 tahun 2001 untuk kelas II. Berdasarkan kualitas perairan sungai Bengawanjero pada tiap-tiap stasiun dari parameter kimia; salinitas, BOD, CO2, amonia, dan pH memenuhi kriteria baku mutu air. Kondisi sungai Bengawanjero ditinjau dari parameter fisika dan kimia masih tergolong kualitas yang normal. Akan tetapi pada dusun Wates nilai DO lebih rendah yaitu 3,86 dari baku mutu yang diizinkan dengan nilai BOD dan kekeruhan lebih tinggi dibanding lainnya dimungkinkan oleh faktor bahan organik.

Kata kunci : Kualitas Air, Parameter Fisika dan Kimia, Sungai Bengawanjero

References

Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Penerbit ANDI. Yogyakarta.

Afrianto, E dan Liviawati. 1988. Beberapa Metode Budidaya Ikan. PT. Kanisius. Yogyakarta.

Amrita. D. 2011. Analisis PPerbandingan Kualitas Air di Daerah Budidaya Rumput Laut dengan Daerah tidak ada Budidaya Rumput Laut, di Dusun Malelaya, Desa Punaga, Kecamatan Mangarobombang, Kabupaten Takalar. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Universits Hasanuddin Makassar .

Anggoro, S. 1992. Efek Osmotik Berbagai Tingkat Salinitas Media Terhadap Daya Tetas Telur dan Vitalitas Larva Udang Windu (Penaeus Monodon Febricius). Disertasi Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Arikunto, Suharsimi.2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta

Asdak, C. 1995. Hidrologi dan Pengelolahan DAS. Gadjah Mada University Press. Pp. x-527-x-28.

Asmawi, 1984. Pemeliharaan Ikan Dalam Keramba. PT. Gramedia. Jakarta

Asriyana, dkk. 2012. Produktifitas Perairan di Berbagai Ekosistem. Jakarta: Bumi Aksara.: Rineka Cipta.

Barus, T. A. (2004). Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Air Daratan. Medan: USU Press.

Boyd, C.E. 1991. Water Quality Management for Pond Fish Culture. Elsevier Science Publishers. Netherlands.

Boyd, C.E., Wood, C.W., Thunjai T. 2002 Aquaculture Pond Bottom Soil Quality Management. Pond Dynamic/Aquaculture Collaborative Research Supporth Programe, Oregon State University, Corvallis, Oregon.

Budidaya (Studi Kasus Budidaya Ikan Keramba Jaring Apung). Tesis Program Studi Pendidikan Geografi. Universitas Negeri Padang.

Djokosetiyanto. (2005). Pengukuran dan Analisis Kualitas Air. Edisi Kesatu, Modul 1-6. Universitas Terbuka. Jakarta.

Effendi, Hefni.2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan. Yogyakarta : Kanisius. Maninjau Dalam Peruntukan

Fardiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. Pp 116-132.

Fardiaz, S. 1992. Populasi Air dan Udara. Istitut Pertanian Bogor. Bogor .

https://jv.wikipedia.org/wiki/Kalitengah,_Lamongan

Jangkaru, Zulkifli. 1998. Memacu Pertumbuhan Gurami. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kasmanhadi S. H. (2009) Karakteristik kualitas air muara sungai Cisadane bagian tawar dan payau dibagian tangerang, banten. Sekripsi. Bogor. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institus Pertanian Bogor.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup. 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengolahan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Sekretariat Negara Republik Indonesia. Jakarta.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 1451 K/10/MEM/2000 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Tugas Pemerintah di Bidang Pengelolaan Air Bawah Tanah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kodoatie, R. J dan Sjarief, R. 2010. “Tata Ruang Airâ€. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Laevastu, T. dan Hayes, M. L. (1981). Fisheries Oceanography N Ecology. Newyork Fishering News Book Ltd.

Laili, S. 1994. Diklat Pencemaran Lingkungan (air, udara, tanah). FMIPA UNISMA. Malang. Pp 7-15.

Limbong, 2005, Pengelolaan Limbah Cair Mengandung Amoniak Dengan Gelembung CO2. Universitas Diponegoro: Semarang.

Lumban Batu. D. T. F. 1983. Ekologi Umum. IPB Press: Bogor.

Mahida. UN, 1982. Pencemaran Air dan Pemanfaatan Limbah Industri. CV. Rajwali. Jakarta.

Misnani. (2010). Praktikum Teknik Lingkungan Total Padatan Terlarut. http://misnanidulhadi.blogspot.com/. Diakses 17 Juni 2015.

Nainggolan, S. dan Susilawati, 2011. Pengolahan Limbah Cair Industri Perkebunan dan Air Gambut Menjadi Air Bersih. USU Press. Medan.

Peraturan Pemerintah. 2003. Pasal 1 Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115: Tahun 2003. Tentang Kondisi Kualitas Air yang diukur dan diuji Berdasarkan Parameter Tertentu dan Metode Tertentu.

Reddy, M.P.M. 1993. Influence of the Various Oceanographic Parameters on the Abundance of Fish Catch. Proceeding of International workshop on Apllication of Satellite Remote Sensing for Identifying and Forecasting Potential Fishing Zones in Developing Countries, India, 7-11 December 1993.

Saptono. (2012). Parameter Kualitas Air untuk Budidaya Ikan Patin (Pangasius Pangasius) di Karamba Sungai Kahayan, Kota Palangkaraya. Jurnal. Fakultas Perikanan, Universitas Kristen Palangkaraya.1 (1): 1-4.

Slamet. (2000). Kesehatan Lingkungan. Jogjakarta: Gajahmada University Perss.

Smith. L. S. (1982). Introduction to Fish Physiology. THP. Publ. Inc., Hongkong.

Subarijanti. 1990. Limnologi. Fakultas Perikanaan Universitas Brawijaya. Malang.

Situmorang, M. 2007. Kimia Lingkungan. FMIPA-UNIMED. Medan.

Sumestri. 1987. Metode Penelian Air. Usaha Nasional. Surabaya. 309 h.

Sutrisno, C.T. dan Eny Suciastuti. 1991. Teknoogi Penyediaan Air Bersih. Penerbit Rineka Cipta Jakarta. Pp 12-19, 34-50.

Suwondo, Yuslim Fuziah, Syafrianti, dan Sriwariyanti. 2005. Akumulasi Logam Cupprum (Cu) Dan Zincum (Zn) Di Perairan Sungai Siak Dengan Mrnggunakan Bioakumulator Eceng Gondok (Eichornia crassipes).

Syauqi, A. 2017. Mikrobiologi Lingkungan. Peranan Mikroorganismedalam Kehidupan. Universitas Islam Malang. Malang.

Wardhana WA, 2004. Dampak Pencemaran Lingkungan Edisi Revisi. Penerbit ANDI. Yogyakarta.

Wardoyo, S. T. H. 1981. Kreteria Kualitas Air Untuk Evaluasi Pertanian dan Perikanan (Training Analisa Dampak Lingkungan PPLH-UND-PSL IPB). Bogor : PPLHUNDD-PSL IPB.

Widarto, T. 1996. Membuat Alat Penjernih Air. Penerbit Kansius:Yogyakarta.

Wiwoho. 2005. Model Identifikasi Daya Tampung Beban Cemaran Sungai dengan Kual2e-study Kasus Sungai Babon. Undip. Semarang.

Yusuf, M. I., 2005. Laju Pertumbuhan Harian, Produksi dan Kualitas Rumput Laut Kappycus alvarezii (Doty), 1988 yang Dibudidayakan Dengan Sistem Aliran Air Media dan Tallus Benih yang Berbeda. Disertasi. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Downloads

Published

2017-08-15

How to Cite

adawiyah, R., Laili, S., & Syauqi, A. (2017). Uji Kualitas Air Sungai Bengawanjero Di Desa Bojoasri Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan: Water Quality Test of Bengawanjero River in Bojoasri Village of Kalitengah District of Lamongan Regency. Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 3(3), 1–9. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v3i3.130