Studi Etnobotani Pada Prosesi Pernikahan Masyarakat Desa Tanjung Pauh Kabupaten Kerinci

Main Article Content

Lia Angela
Muhammad Alfian
Indah Herningrum

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi dan mengetahui macam ragam dan jenis etnobotani yang ada dalam prosesi pernikahan masyarakat Kerinci yaitu di desa Tanjugn Pauh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan penelitian merupakan tokoh adat, tokoh Agama dan masyarakat Kerinci. Sampel dari berbagai tokoh adat, tokoh agama dan masyarakat ini dengan menggunakan purposif sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan, ditemukan 5 jenis tumbuhan dalam prosesi pernikahan masyarakat Kerinci yang kesemuanya mempunya fungsi uniknya masing-masing.

Article Details

How to Cite
AngelaL., AlfianM. and HerningrumI. (2022) “Studi Etnobotani Pada Prosesi Pernikahan Masyarakat Desa Tanjung Pauh Kabupaten Kerinci”, Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience -Tropic), 8(1), pp. 27-32. doi: 10.33474/e-jbst.v8i1.475.
Section
Article (Makalah)

References

[1] Clark, W.D., G.K. Broen, R.A. Mayes. 1980. Pollen Morphology of Haplopappus and Related Genera (Compositae – Asterraceae) Amarican Journal Botany 67 (9).
[2] Creswell, J. 2015. Riset Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
[3] Fauziah, H. A, Al Liina, A. S, & Nurmiyati, N. (2017). Studi etnobotani tumbuhan upacara ritual adat kelahiran di Desa Banmati, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Biosfer, Dipubliksi Desember 2017. 2(2), 24-28. http://dx.doi.org/10.23969/biosfer.v2i2.657
[4] Helida, A., Zuhud E.A.M., Hardjanto, Purwanto, Y., & Hikmat, A. (2016). Makna nilai penting budaya keanekaragaman hayati tumbuhan bagi masyarakat di Taman Nasional Kerinci Seblat di Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Berita Biologi. Diterima 30 Agustus 2015. 15(1), 7-15. https://doi.org/10.14203/beritabiologi.v15i1.2853
[5] Hulyati, R., Syamsuardi, & Arbain, A. (2014). Studi etnobotani pada Tradisi Balimau di Kota Pariaman, Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas. Diterima 13 Desember 2013. 3(1), 14-19. https://doi.org/10.25077/jbioua.3.1.%25p.2014
[6] Mufidah, K., Hayati, A., & Zayadi, H. (2021). Ethnobotany Study of Corn (Zea mays. L) in Tamberu Village West Sokobanah Subdistrict Sampang Madura District. BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), Diterima 27 Juli 2021. 7(1), 1-8.
[6] Putri, R. I., Supriatna, J., & Walujo, E. B. (2014). Ethnobotanical study of plant resources in Serangan Island, Bali. Asian Journal of Conservation Biology. Diterima 21 November 2014. 3(2), 135- 148. https://www.ajcb.in/archive_dec_14.php
[7] Ramadhani, L., Oktavianti, T., Nafsiah, A., Sihite, N.R & Bejo, A. (2021). Studi Etnobotani Ritual Adat Pernikahan Suku Tamiang di Desa Menggini Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh. BIOMO: Jurnal Ilmiah Biologi. Diterima 21 Mei 2020. 10(1): 80-92. DOI: https://doi.org/10.26877/bioma.v10i1.6090.
[8] Supriyati, E., Rahmi, F. & Nurmiyati. (2017). Kajian Etnobotani pada Tradisi Pernikahan Wilayah Klaten Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Riau Biologia. Diterima Juli 2017. 2(2). 112-118.