Keanekaragaman Plankton pada Kolam Bioflok The Pankton Diversity in Bioflok Pond

Main Article Content

Yulan Hardias Putri
Hari Santoso
http://orcid.org/0000-0002-3545-9482
Ahmad Syauqi
http://orcid.org/0000-0003-2168-2031

Abstract

Aquatic fertility in biofloc ponds is very dependent on the presence of plankton, an organism that lives floating in aquatic ponds and plays an important role as a source of natural food. This research aim to analyze the abundance and diversity of plankton in biofloc pools fed with probiotics. This study uses survey methods in the form of observations, measurement of water parameters, plankton sampling in biofloc ponds that have been given probiotic treatment at a dose that has been determined by the farmer at a depth of 1m biofloc pool with a diameter of 2m. The statistical analyzed used is the T test to diversity differences in plankton abundance between morning, afternoon and evening. The results obtained as many as 10 genus of phytoplankton and 26 genus of phytoplankton, namely Class 6 Cyanophyceae genus including Synechococcus, Oscilatoria, Choococcus, Spirulina, Microcystis, Scytonema. Chlorophyceae class 6 genus namely Haematococcus, Chlorella, Stigeoclonium, Calodophora, Tetraedon, Pyrobotrys. Bacillariophyceae class 5 genus namely Navicula, Eunotia, Cartuicula, Melosira, Rhaicosphera. Class Trebouxiophyceae 2 genus namely Botryococcus, Dictyosphaerium. The genus Euglenoidea 1 is Euglena. Cryptophyceae class 1 genus is Rhodomonas. Class Charophyceae 2 genus Mougeotia and Cryptomonas. The Zygnematophyceae class contains the Closterium genus. The Cyanophyta class contains the Anacystis genus. The Chrysophyceae class contains Dinobryon genus. From the identification results found Zooplankton with 3 classes and 3 genus namely Branchiopoda class, namely the Holopedium genus. The Maxillopoda class is the Copepoda genus. The Monogononta class is the Ascomorpha genus. The statistical test results showed that the diversity in each test was significantly different.


Keywords: Plankton, Probiotics, Biofloc


ABSTRAK


Kesuburan perairan di kolam bioflok sangat tergantung pada keberadaan plankton yang merupakan organisme yang hidup melayang di kolam perairan dan berperan penting sebagai sumber pakan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelimpahan dan keragaman plankton di kolam bioflok yang diberi probiotik. Penelitian ini menggunakan metode survei berupa pengamatan, pengukuran parameter air, pengambilan sampel plankton pada kolam bioflok yang sudah di beri perlakuan probiotik dengan dosis yang telah di tentukan oleh petani tambak pada kedalaman kolam bioflok 1m dengan diameter 2m. Analisis statistik yang digunakan adalah uji-T untuk mengetahui perbedaan keanekaragaman plankton antara pagi, siang dan sore hari. Hasil penelitian mendapatkan fitoplankton sebanyak 10 kelas dan 26 genus fitoplankton, yaitu Kelas Cyanophyceae 6 genus meliputi Synechococcus, Oscilatoria, Choococcus, Spirulina, Microcystis, Scytonema. Kelas Chlorophyceae 6 genus yaitu Haematococcus, Chlorella, Stigeoclonium, Calodophora, Tetraedon, Pyrobotrys. Kelas Bacillariophyceae 5 genus yaitu Navicula, Eunotia, Cartuicula, Melosira, Rhaicosphera. Kelas Trebouxiophyceae 2 genus yaitu Botryococcus, Dictyosphaerium. Kelas Euglenoidea 1 genus yaitu Euglena. Kelas Cryptophyceae 1 genus yaitu Rhodomonas. Kelas Charophyceae 2 genus Mougeotia dan Cryptomonas. Kelas Zygnematophyceae terdapat genus Closterium. Kelas Cyanophyta terdapat genus Anacystis. Kelas Chrysophyceae terdapat genus Dinobryon. Dari hasil identifikasi ditemukan Zooplankton dengan 3 kelas dan 3 genus yaitu kelas Branchiopoda yaitu genus Holopedium. Kelas Maxillopoda yaitu genus Copepoda. Kelas Monogononta yaitu genus Ascomorpha. Hasil uji statistika menujukan keragaman plankton pada setiap ulangan berbeda nyata.


Kata Kunci: Plankton, Probiotik, Bioflok

Article Details

How to Cite
PutriY., SantosoH., & SyauqiA. (2020). Keanekaragaman Plankton pada Kolam Bioflok. BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 6(1), 82-88. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v6i1.336
Section
Article (Makalah)

References

[1] Avnimelech, Y. 2009. Biofloc Technology. A Pratical Guide Book. World Aquacultur Society. Technion Israel Institute of Technology
[2] Kuhn, DD, Boardman GD, Lawrence AL, Marsh L, & Flick Jr. GJ. 2009. Microbial flºC meal as a replacement ingredient for fish meal and soybean protein in shrimp feed. Aquaculture 296, 51-57.
[3] Nontji, A. 2008. Plankton Laut. LIPI Press. Jakarta
[4] Soedarti, T., Aristiana, J., dan Soegianto, A. 2006, Diversitas Fitoplankton Pada Ekosistem Perairan Waduk Sutami, Malang, Berk. Penel. Hayati, Vol. 11:97 – 103.
[5] Amin, M. dan Hendrajat, E.A., 2015. Pertumbuhan plankton Amin, M. dan Hendrajat, E.A., 2015. Pertumbuhan plankton pada tambak polikultur udang vaname (Litopenaeus vannamei) dan rumput laut Gracilaria verrucosa. Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan II. Fakultas Ilmu Klelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, pp.181–187
[6] Pirzan, A.M. dan P. R. Pong-Masak. 2007. Hubungan produktivitas tambak dengan keragaman fitoplankton di Sulawesi Selatan. Jurnal Riset Akuakultur. Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Pusat Riset Perikanan Budidaya, Vol. 2(2):211-220.
[7] Sediadi. A. & L.F. Wenno, 1995. Tingkat kesuburan dan kondisi hidrologi perairan mangrove Teluk Bintuni, Irian Jaya. Pros. Seminar V Ekosistem Mangrove.: 179-189.
[8] Maresi, S. R., Priyanti, dan Yunita, E. 2015. Fitoplankton Sebagai Bioindikator Saprobitas Perairan di Situ Bulakan Kota Tangerang. Jurnal Biologi, 8 (2).113-122.
[9] Anggraini, A., Sudarsono & Sukiya, 2016. Kelimpahan dan Tingkat Kesuburan Plankton di Perairan Sungai Bedog. Jurnal Biologi, 5(6), pp. 1-10.
[10] Ruga, L, M. Langoya, A. Papua, dan B. Kolondama. 2014. Identifikasi Zooplankton di Perairan Pulau Bunaken Manado. Jurnal MIPA Unsrat Online Vol. 3 (2): 84 - 86.
[11] Shirota, A. 1966. The plankton of South Viet-Nam: Freshwater and Marine plankton. Over.Tech.Coop. Agen. Japan.
[12] Odum, H.T. 1971. Fundamental of Ecology 3td Edition W.B. Sounders Company London: New York.
[13] Hidayat, M. 2013. Keanekaragaman plankton di Waduk Keuliling Kecamatan Kuta Cot Glie Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Biotik. 1(2): 67-136, Edisi September 2013.
[14] Utojo. 2015. Keragaman Plankton dan Kondisi Perairan Tambak Intensif dan Tradisional di Probolingo Jawa Timur. Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Payau. Sulawesi Selatan
[15] Buckle, K. A. et al, 1978. Ilmu Pangan. Penerbit UI PRESS. Jakarta.
[16] Nybakken, J. W. 1988. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis, PT. Gramedia, Jakarta.
[17] Haliman, R.W. dan D. Adijaya. 2005. Udang vannamei, Pembudidayaan dan Prospek Pasar Udang Putih yang Tahan Penyakit. Penebar Swadaya. Jakarta.
[18] Barus, T. A. (2004). Buku Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Air Daratan. USU. Medan.
[19] Ekawati. 2003.2005 Pengaruh Penggunaan Probiotik Biocin Dalam Pakan Buatan Terhadap Tingkat Kelulushidupan dan Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp). Skripsi. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perikanan. Fakultas Perikanan. Universitas Brawijaya. Malang. 44 hal.
[20] Arifin Z. 2006. Budidaya Lele. Effhar. Semarang.
[21] Barus, T. A. 2001, Buku Limnologi. Universitas Sumatra Utara: Medan.
[22] Wetzel, R.G. 1983. Limnology. Saunder Company. Philadelphia
[23] Odum, H.T. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. (Terjemahan Tjahjono Samingan).Edisi Ketiga. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
[24] Sachlan, M. 1982. Planktonologi. Semarang: Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Diponegoro.
[25] Hakim A. R., Dkk., 2011. Pengaruh Perbandingan Air Pengekstrak, Suhu Prespitasi, Dan Konsentrasi Kalium Klorida (KCL) Terhadap Mutu Karaginan. Jurnal Pasca Panen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol. 6 No.1 Edisi Juni 2011.