Isolasi dan Identifikasi Mikroba Berpotensi Pendegradasi Limbah Cair Laboratorium Kesehatan STIKes Maharani Malang The Isolation and Identification Waste Water Degradation Potential Microbes of Maharani Health College Laboratory

Main Article Content

Erni Yohani Mahtuti
Farahdita Devi Masyitoh

Abstract

Laboratory waste produced unique characteristics, contrast to waste produced by industrial activities. Material waste that comes from the laboratory has greater variety of waste types; although the amount of material discarded is not many. The research objective was to obtain bacterial isolates that were able to survive in laboratory waste as potential waste-degrading bacteria. Research method is observartional laboratory with isolate reaction testing that was detected by the ability to degrade starch, cellulose, proteins and non-organic compounds. The sampling method was purposive sampling. The stages in this study were divided into two; first, the manufacture of pure cultures from the inoculants previously diluted, then microscopic observations. The second, identification and biochemical test according to Bergey's Manual of Bacteriology Determination. Bacteria were rejuvenated on medium nutrient so that the isolates were obtained twenty four hours old. Then an examination was carried out include Gram staining. Enzymatic test of amylase, protease, and cellulose, and biochemical test to identify microbes that degrade chemical compounds includes; oxidase test, motility, nitrate, lysine, ornithine, H2O, Glucose, Mannitol, xylose, ONPG, Indole, urease, V-P, citrate, TDA. The results of the study were found Pseudomonas stutzeri, Proteus mirabilis, and Pseudomonas aeruginosa. Isolates that have an amylolytic index are C1, C2 and O7 namely Pseudomonas stutzeri, Proteus mirabilis, and Pseudomonas aeruginosa. The resulting index was C1 = 0.45, C2 = 0.65 and O7 = 0.87.


Keywords: Isolation, identification, laboratory liquid waste, waste degradation microbes


ABSTRAK

Limbah laboratorium menghasilkan karakteristik yang unik, kontras dengan limbah yang dihasilkan oleh kegiatan industri. Limbah bahan yang berasal dari laboratorium memiliki jenis sampah yang lebih banyak, meskipun jumlah bahan yang dibuang tidak banyak. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh isolat bakteri yang mampu bertahan hidup di dalam limbah laboratorium sebagai bakteri pengurai limbah potensial. Metode penelitian adalah observasional laboratorium dengan melakukan tes reaksi isolat untuk mengetahui kemampuan degradasi pati, selulosa, protein dan senyawa non-organik. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Tahapan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu pertama, pembuatan kultur murni dari inokulan yang sebelumnya diencerkan, kemudian pengamatan mikroskopis. Kedua, identifikasi dan uji biokimia sesuai dengan Manual Penentuan Bakteriologi Bergey. Bakteri diremajakan pada nutrisi sedang sehingga isolat diperoleh dalam dua puluh empat jam. Uji pemeriksaan adalah pewarnaan Gram. Selanjutnya uji enzimatik amilase, protease, dan selulosa, dan uji biokimia untuk mengidentifikasi mikroba yang mendegradasi senyawa kimia meliputi; uji oksidase, motilitas, nitrat, lisin, ornithine, H2O, Glukosa, Mannitol, xilosa, ONPG, Indole, urease, V-P, sitrat, TDA. Hasil penelitian ditemukan Pseudomonas stutzeri, Proteus mirabilis, dan Pseudomonas aeruginosa. Isolat yang memiliki indeks amilolitik adalah C1, C2 dan O7 yaitu Pseudomonas stutzeri, Proteus mirabilis, dan Pseudomonas aeruginosa. Indeks yang dihasilkan adalah C1 = 0,45, C2 = 0,65 dan O7 = 0,87.


Kata kunci: Isolasi dan identifikasi mikroba, Limbah cair laboratorium, mikroba pendegradasi limbah

Article Details

How to Cite
Mahtuti, E., & Masyitoh, F. (2019). Isolasi dan Identifikasi Mikroba Berpotensi Pendegradasi Limbah Cair Laboratorium Kesehatan STIKes Maharani Malang. BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 5(1), 38-44. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v5i1.227
Section
Article (Makalah)

References

[1] Kusnoputranto, Haryoto, 1986. Kesehatan Lingkungan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

[2] Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1997. Profil Kesehatan Indonesia.

[3] Azwar, A., 1996. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Mutiara Sumber Widya, Jakarta.

[4] Lestari Estu, Chairlain. 2011. Pedoman teknik Dasar untuk Laboratorium kesehatan. (Manual of Basic Techniques for A Health Laboratory) Alih Bahasa oleh Albertus Agung Mahode. Edisi 2. Penerbit EGC. Jakarta.

[5] Waluyo, L. 2009. Mikrobiologi Lingkungan . UMM Press. Malang

[6] Jutono. J. 1980. Pedoman Praktikum Mikrobiologi Umum untuk Perguruan Tinggi. Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta.

[7] Waluyo, L. 2008. Teknik dan Metode Mikrobiologi. UMM Press, Malang.

[8] Azizah, N.S., Kahar M., dan Sattya Arimurni, 2014. Screening of cellulolytic bacteria from vermicomposting empty fruit bunch of palm oil. Jurusan Biologi. Fakultas MIPA. Universitas Jember.

[9] Zahidah, D. dan Shovitri, M. 2013. Isolasi, Karakterisasi dan Potensi Bakteri Aerob Sebagai
Pendegradasi Limbah Organik JURNAL SAINS DAN SENI POMITS Vol. 2. No.1:2337-3520.

[10] Mulyasari, W., Suprayudi, M.A., Junior, M.Z. dan Sunarno, M.T. 2015. Selection and Identification of cellulolytic bacteria degrading cassava leaf crude fiber (manihot esculenta) isolated from gourami fish (Osphronemus gouramy) digesting tract). Program Studi Ilmu Akuakultur. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB. Bogor.

[11] Litaay, G.W. 2013. Kemampuan Pseudomoas aeruginosa dalam Menurunkan Kandungan Fosfat Limbah Cair Rumah Sakit. Program Studi Biologi. Fakultas Teknobiologi. Universitas Atmajaya. Yogyakarta.

[12] Irianto, K. 2006. Mikrobiolgi “ Menguak Dunia Mikroorganisme”. Jilid 2. YRAMA WIDYA. Bandung.

[13] Madigan, MT., Martinko, JM., and Parker, J. 2000. Biology of microorganisms. Prentice Hall. Inc., New Jersey