https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/issue/feed Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic) 2026-08-29T11:56:41+00:00 Hamdani Dwi Prasetyo hamdani.dwiprasetyo@unisma.ac.id Open Journal Systems <p data-path-to-node="3"><strong data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">Jurnal Ilmiah Biosaintropis (Bioscience-Tropic)</strong> is a peer-reviewed, open-access journal published by the <a href="https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/management/settings/context/mipa.unisma.ac.id"><strong data-path-to-node="3" data-index-in-node="105">Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Islam Malang</strong></a>, Indonesia. We serve as a primary platform for researchers and academicians to disseminate original research and integrated reviews in the field of biological and life sciences.</p> <h3 data-path-to-node="4"><strong data-path-to-node="4" data-index-in-node="0">Focus and Scope</strong></h3> <p data-path-to-node="5">Our journal focuses on the exploration of biological sciences with a particular emphasis on the <strong data-path-to-node="5" data-index-in-node="96">unique interrelation between life sciences and other disciplines within tropical environments</strong>. Our goal is to provide alternative solutions for human wellbeing both in Indonesia and globally through high-quality scientific insights.</p> <h3 data-path-to-node="6"><strong data-path-to-node="6" data-index-in-node="0">Publication Frequency &amp; Indexing</strong></h3> <ul data-path-to-node="7"> <li> <p data-path-to-node="7,0,0"><strong data-path-to-node="7,0,0" data-index-in-node="0">Publication Schedule:</strong> Published twice a year (<strong data-path-to-node="7,0,0" data-index-in-node="46">January</strong> and <strong data-path-to-node="7,0,0" data-index-in-node="58">August</strong>).</p> </li> <li> <p data-path-to-node="7,1,0"><strong data-path-to-node="7,1,0" data-index-in-node="0">ISSN:</strong> <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1368424423">p-ISSN 2338-2805 </a>| <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1441602315">e-ISSN 2460-9455</a>.</p> </li> <li> <p data-path-to-node="7,2,0"><strong data-path-to-node="7,2,0" data-index-in-node="0">Indexing:</strong> SINTA, Garuda, and Dimensions.</p> </li> </ul> <h3 data-path-to-node="8"><strong data-path-to-node="8" data-index-in-node="0">Submission Information</strong></h3> <p data-path-to-node="9">Submissions are open <strong data-path-to-node="9" data-index-in-node="21">all year-round</strong>. Before submitting your work, please ensure that:</p> <ol start="1" data-path-to-node="10"> <li> <p data-path-to-node="10,0,0">The manuscript aligns with our <strong data-path-to-node="10,0,0" data-index-in-node="31">Focus and Scope</strong>.</p> </li> <li> <p data-path-to-node="10,1,0">The article is written in <strong data-path-to-node="10,1,0" data-index-in-node="26">Bahasa Indonesia</strong>.</p> </li> <li> <p data-path-to-node="10,2,0">The content is <strong data-path-to-node="10,2,0" data-index-in-node="15">original</strong>, unpublished, and not currently under review by other journals.</p> </li> <li> <p data-path-to-node="10,3,0">The formatting strictly follows our <strong data-path-to-node="10,3,0" data-index-in-node="36">Author Guidelines</strong> and <strong data-path-to-node="10,3,0" data-index-in-node="58">Manuscript Template</strong>.</p> </li> </ol> <hr data-path-to-node="11" /> <h3 data-path-to-node="12"><strong data-path-to-node="12" data-index-in-node="0">Quick Links for Authors</strong></h3> <ul data-path-to-node="13"> <li> <p data-path-to-node="13,0,0"><strong data-path-to-node="13,0,0" data-index-in-node="0"><a class="ng-star-inserted" href="https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/about/submissions" target="_blank" rel="noopener">Make a Submission</a></strong></p> </li> <li> <p data-path-to-node="13,1,0"><strong data-path-to-node="13,1,0" data-index-in-node="0"><a class="ng-star-inserted" href="https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/authgl" target="_blank" rel="noopener">Author Guidelines</a></strong></p> </li> <li> <p data-path-to-node="13,2,0"><strong data-path-to-node="13,2,0" data-index-in-node="0"><a class="ng-star-inserted" href="https://docs.google.com/document/d/1Yjq5SruNbhtknTslV3kd8kgt-8tvmuBQ/edit?usp=sharing&amp;ouid=103324955862604233717&amp;rtpof=true&amp;sd=true" target="_blank" rel="noopener">Manuscript Template</a></strong></p> </li> </ul> <div> <h4 style="text-align: justify;" align="right"><noscript><br data-mce-bogus="1"></noscript><noscript> </div> <div class="notifyIcon" style="display: none;">Â </div></noscript></h4> </div> https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/434 Prediksi Gas Metana, Karbon Dioksida dan Hidrogen Sulfida dalam Sampah Organik di TPA Talangagung Kabupaten Malang 2026-05-25T06:51:20+00:00 Dinda Prasisca Widyatama dinda09p@gmail.com Sama' Iradat Tito sama_iradat_tito@unisma.ac.id Saimul Laili saimullaili@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menghitung lama TPA Talangagung Kabupaten Malang melakukan <em>running system</em> berdasarkan sisa lahan, memprediksi timbunan sampah dan produksi gas metana, karbon dioksida dan hidrogen sulfida yang timbul akibat proses fermentasi anaerob dari TPA Talangagung Kabupaten Malang. Sampah merupakan buangan dari sumber aktivitas manusia atau proses alam yang belum memiliki nilai ekonomi pada aspek lingkungan. Tumpukan sampah semakin menjulang dikarenakan kebutuhan pokok semakin tinggi. Pemanfaatan limbah menjadi biogas yang layak digunakan secara teknis, ekonomis, dan sosial terutama untuk mengatasi masalah energi.Sebagian besar biogas mengandung gas metana (CH<sub>4</sub>), karbon dioksida (CO<sub>2</sub>), dan kandungan yang jumlahnya yang sangat kecil seperti hidrogen sulfida (H<sub>2</sub>S), nitrogen sulfur, dan amonia (NH<sub>3</sub>) serta hidrogen (H<sub>2</sub>). Biogas dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-sehari yang ramah lingkungan bagi masyarakat. Penelitian ini menganalisis upaya pencegahan emisi gas rumah kaca melalui pemanfaatan gas metana sebagai biogas. TPA diperkirakan dapat melakukan <em>running system</em> sekitar 48-64 tahun kedepan. Untuk mengetahui prediksi timbunan sampah yaitu dengan menggunakan regresi linier dari data tahun 2018-2020, hasil regresi linier diperkirakan 1 tahun kedepan mengalami kenaikan sebesar 6 %. Hasil pengamatan gas pada <em>landfill</em> selama 1 bulan yaitu dengan nilai rata-rata 2.793m<sup>3</sup> dan hasil dari LandGEM pada tahun 2021 yang konversikan ke dalam hari yaitu sebesar 2.668 m<sup>3</sup> , maka kita dapat memprediksi biogas dengan LandGEM. Prediksi gas metana, karbon dioksida dan hidrogen sulfida dari hasil LandGEM setiap tahunnya mengalami kenaikan terhadap biogas. Di tahun 2022 diperkirakan biogas sebesar 1.115.169 m<sup>3</sup>, tahun 2023 sebesar 1.262275 m<sup>3</sup>, tahun 2024 sebesar 1.415.166 m<sup>3</sup>, tahun 2025 sebesar 1.573.617 m<sup>3</sup>, tahun 2026 sebesar 1.737.410 m<sup>3</sup>, tahun 2027 sebesar 1.906.335 m<sup>3</sup>, tahun 2028 sebesar 2.080.191 m<sup>3</sup>, dan di tahun 2029 sebesar 2.258.784 m<sup>3</sup>. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi naiknya biogas, tetapi komposisi sampah, volume sampah, iklim, dan musim menjadi sangat penting.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Dinda Prasisca Widyatama, Sama' Iradat Tito, Saimul Laili https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/580 Isolasi dan Identifikasi Bakteri Actinomycetes dari Tanah Pekarangan dan Kolam Lele 2025-07-01T03:09:12+00:00 Nichlah Fakhiroh 21901061075@unisma.ac.id Ahmad Syauqi syauqi.fmipa@unisma.ac.id Faisal faisal_abd@unisma.ac.id <p>Actinomycetes merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme yang ditemukan di tanah. Actinomycetes adalah genus prokariota yang sangat hemat biaya yang memiliki kemampuan untuk membuat metabolit sekunder dalam bentuk bahan kimia bioaktif. Senyawa ini mencakup antibiotik, agen antikanker, agen imunosupresif, dan enzim, sehingga menjadikannya diinginkan untuk tujuan bioteknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri actinomycetes dari tanah di pekarangan dan kolam ikan lele yang terletak di Singosari Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif eksploratif untuk memberikan penilaian komprehensif terhadap keberadaan bakteri actinomycetes di tanah pekarangan dan kolam ikan lele. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis deskriptif yaitu berupa tabulasi dalam bentuk tabel dan grafik. Temuan penelitian mengungkapkan keberadaan tiga spesies bakteri actinomycetes yang berbeda di tanah pekarangan dan kolam ikan lele. Tiga genus tersebut adalah genus Streptomyces, Nocardia dan Micrococcus. Tidak terdapat perbedaan antara bakteri actinomycetes yang teridentifikasi pada tanah pekarangan dan kolam lele, keduanya didominasi oleh bakteri dari genus Streptomyces. Populasi bakteri actrinomycetes pada tanah pekarangan relative sama dengan keberadaan bakteri actinomycetes pada kolam lele dikarenakan kolam lele yang terbuat dari tanah dan aktivitas ikan lele yang bergerak atau berenang lincah dan aktif didalam kolam menyebabkan kekeruhan pada kolam yang dihasilkan dari tanah liat yang tersuspensi. Karakteristik sitologi pada dinding sel bakteri actinomycetes tergolong gram positif.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nichlah Fakhiroh, Ahmad Syauqi, Faisal https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/646 Uji Daya Hambat Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Sente (Alocasia macrorrhizos) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli 2026-07-22T22:50:41+00:00 Adelia Permata Dewi 22201061033@unisma.ac.id Majida Ramadhan majida.ramadhan@unisma.ac.id Faisal faisalabd@unisma.ac.id <p>Peningkatan resistensi bakteri patogen <em>Escherichia coli</em> terhadap antibiotik telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan, sehingga diperlukan agen antibakteri alternatif dari bahan alam yang dianggap lebih aman dan ekonomis. Daun sente (<em>Alocasia macrorrhizos</em>) dan daun jambu biji (<em>Psidium guajava</em> L.) diketahui memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Namun, penelitian mengenai potensi sinergisme dari kombinasi kedua ekstrak daun ini terhadap <em> Escherichia coli</em> masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas daya hambat antibakteri dari ekstrak kombinasi daun sente dan daun jambu biji terhadap pertumbuhan <em>E. coli</em>. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang meliputi tahap ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%, dilanjutkan dengan uji daya hambat menggunakan metode difusi sumuran pada media <em>Nutrient Agar </em>(NA). Variasi kombinasi ekstrak yang diuji meliputi perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1, dengan empat tingkat konsentrasi yaitu 100%, 75%, 50%, dan 25%, setelah itu data diameter zona hambat yang terbentuk dianalisis menggunakan uji statistik <em>ANOVA</em> untuk mengetahui perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variasi kombinasi ekstrak efektif menghambat pertumbuhan <em>E. coli</em> dengan kategori daya hambat kuat hingga sangat kuat, di mana peningkatan konsentrasi berbanding lurus dengan luas zona hambat. Formulasi optimal ditemukan pada kombinasi perbandingan 2:1 (2 daun jambu biji &amp; 1 daun sente) dengan konsentrasi 100% yang menghasilkan rata-rata zona hambat tertinggi sebesar 23,52 mm. Kesimpulannya, kombinasi kedua ekstrak memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap <em>E. coli</em>, terutama pada formulasi yang didominasi oleh ekstrak daun jambu biji.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Adelia Permata Dewi, Majida Ramadhan, Faisal https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/648 Formulasi dan Evaluasi Sediaan Krim Pelembab Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Bit (Beta Vulgaris L.) Dengan Metode DPPH 2026-05-22T04:40:46+00:00 Kartika Diah Puspita kartikadiahpuspita@gmail.com Eny Widhia Agustin enywidhiaagustin@mail.unnes.ac.id <p>Kulit merupakan lapisan terluar tubuh yang berfungsi sebagai pelindung terhadap paparan zat asing dan radikal bebas. Paparan radikal bebas secara terus-menerus dapat menyebabkan stress oksidatif yang dapat dicegah dengan penggunaan antioksidan alami. Salah satu sumber antioksidan alami adalah buah bit <em>(Beta Vulgaris L.)</em>, yang dapat diformulasikan dalam sediaan krim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter fisik dan aktivitas antioksidan krim pelembab ekstrak etanol 96% buah bit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni dengan 2 formula yaitu F1 (10%) dan F2 (15%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, dan viskositas, sedangkan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Seluruh pengujian dilakukan tiga kali replikasi dan analisis data menggunakan uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em>. Hasil penelitian menunjukkan uji organoleptik dan homogenitas F1 baik selama 4 minggu penyimpanan, sedangkan F2 mengalami perubahan pada minggu ke-3 hingga ke-4 dengan munculnya tekstur dan perubahan warna, uji pH F1 (6,51) dan F2 (5,30) yang sesuai, pada viskositas sediaan krim menunjukkan hasil F1 (1284 cP) dan F2 (1638 cP). Uji aktivitas antioksidan kedua formula memiliki aktivitas antioksidan. Pada formula 2 memiliki nilai sebesar 0,82 ppm yang termasuk kategori sangat kuat, sedangkan formula 1 tidak dapat ditentukan nilai dengan pendekatan interpolasi linier karena seluruh konsentrasi menghasilkan persen inhibisi lebih dari 50% yang mengindikasi tidak terdapat persen inhibisi yang mengapit 50%. Hasil analisis statistik menggunakan <em>Independent Samples T-Test </em>menunjukkan perbedaan signifikan nilai p &lt; 0,05 pada uji pH dan viskositas, dan pada aktivitas antioksidan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua formula p &gt; 0,05.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Kartika Diah Puspita, Eny Widhia Agustin https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/654 Studi In Vitro : Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Akar Alang-Alang (Imperata cylindrica L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231 dan Malassezia furfur ATCC 14521 2026-07-23T02:27:22+00:00 Shofa Khoirun Nida shofa.khoirun.nida@bhamada.ac.id Desi Sri Rejeki desi.sri.rejeki@bhamada.ac.id Umi Fitriyani shofa.khoirun.nida@bhamada.ac.id Lusy Anggraeni shofa.khoirun.nida@bhamada.ac.id Eti Purwatih shofa.khoirun.nida@bhamada.ac.id <p>Infeksi jamur kulit yang disebabkan oleh <em>Candida albicans</em> dan <em>Malassezia furfur</em> merupakan masalah kesehatan yang signifikan di daerah iklim tropis. Akar alang-alang (<em>Imperata cylindrica</em> L.) secara empiris memiliki potensi obat namun pemanfaatannya sebagai antijamur terhadap jamur lipofilik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antijamur ekstrak etanol akar alang-alang terhadap pertumbuhan <em>C. albicans</em> dan <em>M. furfur</em>. Metode ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 70%. Skrining fitokimia dan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan fase gerak kloroform:aseton (4:1) dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder. Uji aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi ekstrak (12,5%, 25%, dan 50%), serta kontrol positif ketokonazol dan kontrol negatif DMSO. Data dianalisis menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak akar alang-alang mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, dan fenolik, dengan noda saponin teridentifikasi pada nilai Rf 0,375. Uji aktivitas antijamur kategori lemah hingga sedang dalam menghambat pertumbuhan <em>Candida albicans</em> dan <em>Malassezia furfur</em> pada konsentrasi 50%, 25%, dan 12,5%. Rata-rata diameter zona hambat pada <em>C. albicans</em> berturut-turut sebesar 7,25±0,44 mm; 4,91±0,60 mm; dan 3,68±0,54 mm, sedangkan <em>M. furfur</em> berturut-turut sebesar 9,65±0,13 mm; 7,55±0,51 mm; dan 4,66±0,28<em>M</em> mm. Aktivitas antijamur menunjukkan pola penghambatan yang signifikan (<em>p</em> = 0,010 untuk <em>C. albicans</em> dan <em>p</em> = 0,009 untuk <em>M. Furfur)</em> seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Peningkatan konsentrasi berkorelasi positif dengan diameter zona hambat, di mana aktivitas tertinggi dicapai pada konsentrasi 50% yang masuk dalam kategori daya hambat sedang. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah ekstrak etanol akar alang-alang memiliki aktivitas antijamur kategori sedang terhadap <em>Candida albicans</em> dan <em>Malassezia furfur</em>.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Shofa Khoirun Nida, Desi Sri Rejeki, Umi Fitriyani, Lusy Anggraeni, Eti Purwatih https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/656 Biodiversitas Flora di Kawasan Telaga Buret Kabupaten Tulungagung 2026-07-23T02:33:39+00:00 Desi Kartikasari desikartikasari@uinsatu.ac.id Muhammad Abdul Irhas Ihwanul Muslimin muhammadabdulirhas.uinsatu@gmail.com Muhammad Iqbal Maulana iqbalmaulanatbio01@gmail.com Citra Sari Agustina citrasariagustina@gmail.com Zainal Abidin zainal.abidin@uniramalang.ac.id <p>Kawasan Telaga Buret yang terletak di Kabupaten Tulungagung, merupakan ekosistem yang mempunyai peranan penting dalam proses menjaga keseimbangan dan keberlanjutan sumber daya alam hayati. Tujuan penelitian ini berfokus pada inventarisasi dan monitoring flora di kawasan Telaga Buret. Metode penelitian yang digunakan yaitu jelajah bebas, inventarisasi dan monitoring flora dengan teknik purposive sampling. Pengukuran faktor abiotik meliputi ketinggian tempat, intensitas cahaya, kelembapan tanah, kelembapan udara, suhu udara, pH tanah, kecepatan angin, dan tekanan udara. Berdasarkan hasil inventarisasi didapatkan 6 spesies Lumut (Bryophyta), 11 spesies Paku (Pteridophyta), 83 spesies Pohon, 43 spesies Herba, 30 spesies Perdu, 11 spesies Liana, dan 8 spesies Semak. Intensitas cahaya tertinggi ditemukan pada Stasiun 1 dengan rerata 3.159 lux akibat tutupan tajuk pohon yang lebih renggang dibandingkan stasiun lainnya. Tingginya biodiversitas flora tumbuhan tingkat rendah (Cryptogamae) dan tumbuhan tingkat tinggi (Phanerogamae) dengan kondisi lingkungan yang mendukung, menunjukkan bahwa Telaga Buret merupakan mikrohabitat yang baik bagi flora dan fauna. Keberadaan vegetasi tersebut memiliki jasa ekologis diantarannya berperan penting dalam mendukung penyimpanan siklus karbon, ketersedian unsur hara, pengaturan siklus air, mencegah erosi, habitat bagi satwa, sumber makanan bagi satwa, potensi obat-obatan, dan sebagai bioindikator perubahan lingkungan sehingga perlu dikelola dan dilestarikan secara berkelanjutan sebagai kawasan penyangga biodiversitas hayati.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Desi Kartikasari, Muhammad Abdul Irhas Ihwanul Muslimin, Muhammad Iqbal Maulana, Citra Sari Agustina, Zainal Abidin https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/658 Uji Efektivitas Ekstrak Daun Jamblang (Syzigium Cumini L.) Dalam Menekan Pertumbuhan Jamur Colletotrichum sp. Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum L.) 2026-07-23T02:38:03+00:00 Za'idah Syafiiqoh zdhsyafqh@gmail.com Yulianty yulianty.1965@fmipa.unila.ac.id Lili Chrisnawati lili.chrisnawati@fmipa.unila.ac.id Eti Ernawiati eti.ernawiat@fmipa.unila.ac.id <p>Penyakit antraknosa yang disebabkan oleh <em>Colletotrichum</em> sp. merupakan kendala utama budidaya cabai merah (<em>Capsicum annuum</em> L.) karena dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 100%. Penggunaan fungisida sintetis berpotensi menimbulkan residu, resistensi patogen, dan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Daun jamblang (<em>Syzygium cumini</em> L.) yang mengandung flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, dan polifenol berpotensi dikembangkan sebagai biofungisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta konsentrasi terbaik ekstrak daun jamblang dalam menekan <em>Colletotrichum</em> sp. pada cabai merah. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025–April 2026 di Laboratorium Botani, Jurusan Biologi, Universitas Lampung menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan konsentrasi ekstrak (0%; 0,5%; 1%; 1,5%; 2%; 2,5%; dan 3%) serta empat ulangan. Ekstrak diaplikasikan melalui perendaman benih dan penyemprotan pada tanaman berumur 21 hari. Parameter pengamatan meliputi masa inkubasi, kejadian penyakit, keparahan penyakit, tinggi tanaman, berat basah, dan berat kering. Analisis data menggunakan ANOVA dan uji HSD pada taraf 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa ekstrak daun jamblang berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Konsentrasi 2,5% merupakan perlakuan paling efektif dalam menekan perkembangan <em>Colletotrichum</em> sp. penyebab antraknosa dan menghasilkan pertumbuhan tanaman terbaik.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Za'idah Syafiiqoh, Yulianty, Lili Chrisnawati, Eti Ernawiati https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/659 Keanekaragaman Burung Diurnal Sebagai Bioindikator Jasa Layanan Ekosistem Ruang Terbuka Hijau Kampus UPN “Veteran” Jawa Timur 2026-07-23T02:49:41+00:00 Purnomo purnomo.mling@upnjatim.ac.id Rahaju Saraswati purnomo.mling@upnjatim.ac.id Awaluddin Hidayat Ramli Inaku purnomo.mling@upnjatim.ac.id Vailen Laurens Hiariej purnomo.mling@upnjatim.ac.id Ijlaal Abdullah purnomo.mling@upnjatim.ac.id Aslam Chitami Priawan Siregar purnomo.mling@upnjatim.ac.id Wahyu Ugroseno3 purnomo.mling@upnjatim.ac.id <p>Tujuan penelitian adalah menginventarisasi komposisi jenis, menganalisis struktur komunitas, serta mengevaluasi kualitas RTH berdasarkan komunitas burung diurnal kawasan kampus. Pengambilan data dilakukan dengan metode Point Count pada empat titik pengamatan yang mewakili lingkungan kampus. Komunitas burung dapat menjadi bioindikator karena komposisi dan keanekaragamannya responsif pada perubahan habitat termasuk struktur vegetasi dan ketersediaan bahan makanan, sehingga dapat menjadi indikator kemampuan RTH dalam menyediakan habitat dan mendukung jasa ekosistem. Data hasil pengamatan dianalisis untuk mendapatkan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H′), Indeks Kemerataan (E), Indeks Dominansi Simpson (C), dan Indeks Kekayaan Jenis Margalef (R). Kampus UPN "Veteran" Jawa Timur memiliki 14 spesies burung, 8 famili. INP tertinggi adalah <em>Pycnonotus aurigaster</em> (39,24%), <em>Hirundo rustica</em> (32,28%) dan <em>Lonchura maja</em> (29,17%). Nilai H′ = 2,98 menunjukkan keanekaragaman sedang dengan komunitas relatif stabil, indeks C = 0,16 mengindikasikan kampus mampu mendukung spesies burung. Meskipun demikian, nilai kekayaan jenis yang relatif rendah (R = 2,47) menunjukkan terbatasnya spesies akibat tekanan lingkungan. Hal menunjukkan kualitas habitat RTH kampus cukup mendukung komunitas burung diurnal, tetapi memiliki keterbatasan dalam mendukung kekayaan jenis yang lebih tinggi. Secara keseluruhan RTH Kampus masih memiliki fungsi ekologis sebagai habitat dan penyedia sumber pakan bagi burung diurnal. Rendahnya kekayaan jenis menunjukkan perlunya peningkatan kualitas RTH untuk mendukung implementasi program Green Campus melalui pengelolaan ruang terbuka hijau yang berorientasi pada konservasi keanekaragaman hayati.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Purnomo, Rahaju Saraswati, Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, Vailen Laurens Hiariej, Ijlaal Abdullah, Aslam Chitami Priawan Siregar, Wahyu Ugroseno3 https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/661 Perbandingan Atherogenic Index Of Plasma Dan Profil Lipid Pada Diabetes Melitus Tipe 2 Dan Non-Diabetes 2026-07-28T04:41:53+00:00 Endang Susilowati endang@poltekkespim.ac.id Erna Susanti abiyatur@gmail.com <p><em>Atherogenic dyslipidemia is a common metabolic abnormality associated with type 2 diabetes mellitus (T2DM). The Atherogenic Index of Plasma (AIP), calculated as the logarithm of the triglyceride-to-high-density lipoprotein cholesterol (TG/HDL-C) ratio, has been proposed as a more comprehensive indicator of atherosclerotic risk than conventional lipid parameters. This study aimed to compare lipid profiles and AIP values between patients with T2DM and non-diabetic individuals in the general population of Malang City, Indonesia. This analytical observational study employed a cross-sectional design involving 77 participants, including 30 patients with T2DM and 47 non-diabetic individuals. The analyzed variables included serum total cholesterol, low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C), high-density lipoprotein cholesterol (HDL-C), triglycerides (TG), and AIP, which was calculated using the formula log₁₀(TG/HDL-C). Comparisons between groups were performed using the independent-samples t-test, with statistical significance defined as p &lt; 0.05. Patients with T2DM had significantly higher levels of total cholesterol (208.40 ± 43.78 vs. 187.98 ± 40.81 mg/dL; p = 0.045), LDL-C (127.14 ± 32.35 vs. 105.09 ± 29.02 mg/dL; p = 0.004), triglycerides (226.30 ± 138.60 vs. 124.30 ± 59.47 mg/dL; p &lt; 0.001), and AIP (0.73 ± 0.27 vs. 0.44 ± 0.22; p &lt; 0.001) than non-diabetic individuals. Although HDL-C levels were lower in the T2DM group (37.81 ± 8.95 vs. 42.05 ± 9.89 mg/dL), the difference was not statistically significant (p = 0.056). Patients with T2DM exhibited a more atherogenic lipid profile and significantly higher AIP values than non-diabetic individuals. These findings support the potential use of AIP as a complementary biomarker to conventional lipid profile assessment for identifying individuals at increased risk of atherosclerosis and cardiovascular disease among patients with T2DM.</em></p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Endang Susilowati, Erna Susanti https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/662 Efektivitas Salep Kombinasi Ekstrak Daun Singkong dan Daun Pare Terhadap Regenerasi Luka Sayat pada Kelinci 2026-08-08T04:37:27+00:00 Prihastini Setyo Wulandari prihastini.s.wulandari@gmail.com Bintang Rizki Al Akbar wulandariprihastinisetyo@gmail.com Endang Istriningsih wulandariprihastinisetyo@gmail.com <p>Salep merupakan sediaan farmasi topikal yang digunakan untuk memberikan efek terapeutik secara lokal pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan salep kombinasi ekstrak etanol daun singkong (<em>Manihot esculenta</em> Crantz) dan daun pare (<em>Momordica charantia</em> L.) serta aktivitasnya dalam mendukung penyembuhan luka sayat. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan formulasi F0 (tanpa ekstrak), F1 (15% ekstrak daun singkong dan 5% ekstrak daun pare), F2 (10% ekstrak daun singkong dan 10% ekstrak daun pare), serta F3 (5% ekstrak daun singkong dan 15% ekstrak daun pare). Evaluasi sediaan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Hasil pengujian menunjukkan seluruh formula memiliki bentuk semipadat dan homogen, dengan pH berkisar 5,33–6,00, daya sebar 5,00–5,57 cm, serta daya lekat 5,43–6,55 detik. Pengujian aktivitas penyembuhan luka menunjukkan bahwa seluruh formula mendukung proses penyembuhan luka sayat, dengan F2 dan F3 menunjukkan hasil penyembuhan lebih baik dibandingkan F1 berdasarkan waktu penyembuhan. Analisis menggunakan uji Kruskal–Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p=0,018). Berdasarkan hasil pengamatan, F2 dan F3 menunjukkan efektivitas penyembuhan yang lebih baik, sehingga kombinasi ekstrak daun singkong dan daun pare berpotensi dikembangkan sebagai sediaan topikal untuk mendukung penyembuhan luka sayat.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Prihastini Setyo Wulandari, Bintang Rizki Al Akbar, Endang Istriningsih https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/664 Vegetasi Riparian Danau Pascatambang di Taman Hutan Raya Lati Petangis, Paser, Kalimantan Timur 2026-08-08T04:41:09+00:00 Naufal Hafidh Mahdi Sujarwo Putra naufal.hafidh@uinsi.ac.id Tri Retnaningsih Soeprobowati trsoeprobowati@live.undip.ac.id Jumari jumariundip@gmail.com Riyan Riyadlun Najih r.najih@uinsi.ac.id Mohammad Wahyu Diansyah m.wahyu.d@uinsi.ac.id Syaidah Fitri s.fitri@uinsi.ac.id Listiana Ningrum l.ningrum@uinsi.ac.id <p>Tahura Lati Petangis merupakan taman hutan pada lanskap reklamasi bekas tambang batubara yang memiliki danau-danau pascatambang dan memerlukan evaluasi untuk menilai perkembangan pemulihan ekosistem. Penelitian ini membandingkan struktur vegetasi riparian pada dua danau pascatambang, yaitu Danau Pit I Saingprupuk Erai (stasiun 1) dan Danau Pit II Saingprupuk Duo (stasiun 3), dengan Danau Alami Gentung Dayo (stasiun 2) sebagai lokasi referensi ekologis. Pengambilan sampel menggunakan petak kuadrat sesuai tingkat pertumbuhan (pohon 20 x 20 m, tiang 10 x 10 m, pancang 5 x 5 m, dan semai 2 x 2 m) pada empat titik di setiap stasiun. Danau alami memiliki kekayaan spesies tertinggi (36 spesies) dan jumlah spesies tingkat pohon terbanyak (17 spesies), sedangkan stasiun 3 menunjukkan nilai keanekaragaman dan kemerataan tertinggi (H' = 2,677; E = 0,772). Stasiun 1 memiliki kekayaan spesies, H', dan E terendah serta menunjukkan dominasi <em>Mimosa pigra</em> pada tingkat pancang dan <em>Chromolaena odorata</em> pada tingkat semai. Dari ketiga stasiun, ditemukan 70 spesies dari 37 famili, terdiri atas 59 spesies alami (84%) dan 11 spesies revegetasi (16%), yang menunjukkan bahwa regenerasi alami telah menjadi komponen utama komunitas riparian. <em>Vitex pinnata</em>, <em>Acacia mangium</em>, dan <em>Peronema canescens</em> merupakan pohon dominan yang berkaitan dengan revegetasi. Perbedaan antar stasiun menunjukkan bahwa pemulihan vegetasi berlangsung tidak seragam. Stasiun 3 memperlihatkan komunitas yang lebih beragam dan merata, sedangkan stasiun 1 memerlukan perhatian terhadap spesies invasif.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Naufal Hafidh Mahdi Sujarwo Putra, Tri Retnaningsih Soeprobowati, Jumari, Riyan Riyadlun Najih, Mohammad Wahyu Diansyah, Syaidah Fitri, Listiana Ningrum https://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/666 Eksplorasi dan Skrining Mikroorganisme Indigenous dari Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) yang Berpotensi sebagai Biofertilizer 2026-08-08T04:49:38+00:00 Sabbrina Adelia sabbrinaadelia41@gmail.com Nurmiati sabbrinaadelia41@gmail.com Solfiyeni sabbrinaadelia41@gmail.com <p>Mikroorganisme indigenous (IMOs) merupakan sumber daya biologis yang berpotensi dimanfaatkan dalam produksi biofertilizer karena berperan dalam dekomposisi bahan organik dan transformasi unsur hara. Limbah kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) mengandung nutrien dan senyawa organik yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme indigenous. Namun, informasi mengenai karakteristik fungsional mikroorganisme yang berasosiasi dengan limbah kulit pisang kepok terfermentasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengkarakterisasi mikroorganisme indigenous dari limbah kulit pisang kepok terfermentasi berdasarkan aktivitas selulolitik, fermentatif, amilolitik, dan proteolitik. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan eksploratif laboratorium yang meliputi enumerasi mikroorganisme, isolasi, skrining fungsional, dan karakterisasi morfologi. Mikroorganisme diisolasi menggunakan Glucose Peptone Agar (GPA), agar Carboxymethyl Cellulose (CMC), GPA yang ditambahkan CaCO₃, Rice Starch Agar (RSA), dan Skim Milk Agar (SMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi total mikroorganisme mencapai 257 × 10⁶ CFU/mL, sedangkan mikroorganisme selulolitik, fermentatif, amilolitik, dan proteolitik masing-masing mencapai 146 × 10⁶, 35 × 10⁶, 12 × 10⁶, dan 13 × 10⁶ CFU/mL. Sebanyak enam isolat selulolitik dan dua isolat fermentatif berhasil diperoleh. Isolat IKPC.3 menunjukkan indeks aktivitas selulolitik tertinggi sebesar 8,0, sedangkan IKPGC.1 menunjukkan indeks aktivitas fermentatif tertinggi sebesar 4,2. Isolat terpilih menunjukkan koloni berbentuk bulat, berwarna putih, dengan permukaan halus dan elevasi cembung. Secara mikroskopis, kedua isolat bersifat Gram positif, berbentuk batang, dan non-motil. Hasil ini menunjukkan bahwa limbah kulit pisang kepok terfermentasi mengandung mikroorganisme indigenous dengan karakteristik fungsional yang relevan dalam dekomposisi bahan organik dan transformasi unsur hara. Oleh karena itu, isolat terpilih berpotensi menjadi kandidat untuk evaluasi lebih lanjut dalam pengembangan biofertilizer. Identifikasi molekuler dan pengujian efektivitas biofertilizer diperlukan untuk mengonfirmasi identitas taksonomi dan potensi aplikasinya.</p> 2026-08-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sabbrina Adelia, Nurmiati, Solfiyeni