Analisis Normalitas dan Abnormalitas Spermatozoa Sapi Friesian Holstein (Bos taurus) Tahap Post Thawing Motility pada Suhu dan Lama Waktu Berbeda Menggunakan Pengencer Andromed Normality and Abnormality Analysis of the Spermatozoa of Friesian Holstein Cattle (Bos taurus) on the Post Thawing Motility Stage at Temperatures and Time Differences using Andromed Diluent

Main Article Content

Sabilah Safitri
Hari Santoso
http://orcid.org/0000-0002-3545-9482
Husain Latuconsina

Abstract

 The success of Artificial Insemination (ai) depends on the quality of cement that will be used for the technique of Artificial Insemination, and semen quality is seen from the normality and abnormality of spermatozoa.. From the results obtained in this study, namely Abnormality of spermatozoa of cattle FH for a long time thawing are not significantly different (P=0.05), with the value of the average percentage of abnormality high of 4.25 ± 0,354 obtained in the long time of 40 seconds, and the average value of the percentage of the best achieved of 1.75 ± 0,354 with the time of 20 seconds. Long-time thawing against the normality of spermatozoa of cattle FH not significantly different (P=0.05), it can be seen from the value of the average percentage of normality highest achieved 98.3 ± 0.354 with the time of 20 seconds. The percentage of normality of the lowest obtained value of the average percentage to 96.0 ± 0.707 with the time of 20 seconds. But the temperature obtained in the both Abnormality and Normality is significant (P=0.05). It can be seen the results of Abnormality high in get at Temperature of 25°C and Abnormality the lowest obtained at a Temperature of 37°C. For Normality the Highest obtained at a temperature of 37°C and the lowest obtained at a temperature of 25°C.


Key words : Artificial Insemination (ai), Normality, Abnormality, Spermatozoa, Bovine FH


ABSTRAK


Keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) tergantung dari kualitas semen yang akan digunakan untuk teknik Inseminasi Buatan, dan kualitas semen dilihat dari normalitas dan abnormalitas spermatozoa.. Dari hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu Abnormalitas spermatozoa sapi FH untuk lama waktu thawing tidak berbeda nyata (P˃0,05), dengan nilai rata rata presentase abnormalitas tertinggi 4,25 ± 0,354 didapatkan pada lama waktu 40 detik, dan rata rata nilai presentase terendah didapatkan 1,75 ± 0,354 dengan lama waktu 20 detik. Lama waktu thawing terhadap normalitas spermatozoa sapi FH tidak berbeda nyata (P˃0,05), hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata rata presentase normalitas tertinggi didapatkan 98,3 ± 0,354 dengan lama waktu 20 detik. Presentase normalitas terendah didapatkan nilai rata rata presentase 96,0 ± 0,707 dengan lama waktu 20 detik. Tetapi suhu yang didapatkan pada keduanya pada Abnormalitas dan Normalitas berpengaruh nyata (P˂0,05). Hal tersebut bisa dilihat hasil Abnormalitas yang tinggi di dapatkan pada Suhu 25°C dan Abnormalitas terendah didapatkan pada Suhu 37°C. Untuk NormalitasTertinggi didapatkan pada suhu 37°C dan  terendah didapatkan pada suhu 25°C.


Kata Kunci : Inseminasi Buatan (IB), Normalitas, Abnormalitas, Spermatozoa, Sapi FH


        

Article Details

How to Cite
SafitriS., SantosoH., & LatuconsinaH. (2021). Analisis Normalitas dan Abnormalitas Spermatozoa Sapi Friesian Holstein (Bos taurus) Tahap Post Thawing Motility pada Suhu dan Lama Waktu Berbeda Menggunakan Pengencer Andromed. BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 6(2), 52-57. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v6i2.358
Section
Article (Makalah)

References

[1] Feradis.2010. Bioteknologi Reproduksi Pada Ternak. Alfabeta, Bandung.
[2] Hafez, B and Hafez, E.S.E 2000. Reproduction In Farm Animals 7th edition Lippiniccot Williams and Willkins Philladelphia.
[3] Khairi.F. 2016. Evaluasi Produksi Dan Kualitas Semen Sapi Simmental Terhadap Tingkat Bobot Berbeda. Jurnal Peternakan Vol.13 No.2 ISSN 1829-8729.
[4] Komar, B. S., Lestari, D. T. Dan Prasakti, R. 2012. Hubungan Antara Bobot Badan dengan Performan Reproduksi Kambing Kosta. Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Bandung.
[5] Mumu, M.I. 2009. Viabilitas Semen Sapi Simmental Yang dibekukan Menggunakan Krioprotektal Gliserol. Skripsi. Universitas Tadulako. Sulawesi Tengah.
[6] Nugraha,Y. 2018. Morfologi sperma Normal Dan Abnormal Teratozoospermia. Klinik Holistik Elif Medika.
[7] Senger,P.L (2003) Reproductive Cyclicity Terminology and Basic Concepts. In Pathways to Pregnancy and Parturition. Second Revised Edition. Current Conceptions, Inc. Washington State University, Washington, USA.
[8] Susilawati, T. 2011a. Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan dengan Kualitas dan Deposisi Semen yang Berbeda pada Sapi Peranakan Ongole. Jurnal Ternak Tropika. 12 (2): 15-24.
[9] Tambing, S.N., I.K. Sutamadan .R.I. Arifianti. 2003. Evektivitas Berbagai Konsentrasi Laktosa dalam pengenceran tris terhadap viabilitas sperma cair kambing saneen. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner. 8 (2): 84-90.
[10] Turner, M.R. 1981. The Tropical Adaption Of Beef Cattle. An Australian Study In: Animal Breeding: Selected Articles From The Word Anim. Rev. FAO Animal Production and Health paper 1;92-97.
[11] Toelihere. M. R. 1993. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Cetakankedua.Angkasa, Bandung.
[12] Tomaszewska, M., Sutama, W., Gede Putu I., I.K.,dan Chinago,T. D. 1991. Reproduksi, Tingkah Laku dan Produksi Ternak di Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
[13] Warwick, E.J, Astuti, J. M. dan Hardjosubroto, W. 1990. Pemuliaan Ternak. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.