Analisis Viabilitas Spermatozoa Sapi Friesian Holstein (Bos taurus) Post Thawing Semen Beku Dengan Pengaruh Suhu dan Lama Waktu Thawing Berbeda Spermatozoa Viability Analysis of Post Thawing Semen of the Friesian Holstein Cow (Bos taurus) with Different Effects of Temperature and Length of Thawing Time

Main Article Content

Dewi Malinda
Hari Santoso
http://orcid.org/0000-0002-3545-9482
Husain Latuconsina

Abstract

The principle of freezing semen is to maintain the survival of sperm in the long term (long term preservation). Thawing is the process of thawing frozen cattle semen before it is used in the artificial insemination process (IB). This thawing has a big influence on the state of sperm, especially on the integrity of sperm in semen, depending on the temperature and length of time. The choice of temperature and length of time thawing is good and right can prevent damage to spermatozoa. The purpose of this study was to analyze the effect of differences in temperature and the length of post thawing time on the viability of FH (Frisian Holstein) cow spermatozoa and to find the optimal temperature and length of thawing time in the IB process. The research method was experimental using RAK with 3 treatment groups and 2x replications. The research material used frozen semen of FH cattle from the Singosari Center for Artificial Insemination (BBIB). The observed variable was Viability with Eosin staining of 2%. Data analysis used the Factorial ANOVA test. The results of this study are the length of time thawing did not differ significantly namely P> 0.05, temperature 25 ° C 20 seconds: 66.30%, 25 ° C 30 seconds: 66.80%, 25 ° C 40 seconds: 63, 30%, 37 ° C 20 seconds: 65.00%, 37 ° C 30 seconds: 74.30%, 37 ° C 40 seconds: 69.00%, 40 ° C 20 seconds: 75.50%, 40 ° C 30 seconds: 65.50%, 40 ° C 40 seconds: 67.50%, the highest percentage of life (viability) of spermatozoa is at 40°C with a duration of 20 seconds with a value of 75.50%. Conclusions the higher temperature with the short thawing time can support the high viability. 


Keywords: Bos taurus, Frozen semen, Thawing, Spermatozoa Viability


ABSTRAK


Prinsip pembekuan semen adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup sperma dalam jangka waktu yang lama (long term preservation). Thawing adalah proses pencairan kembali semen beku sapi sebelum digunakan dalam proses inseminasi buatan (IB). Pencairan ini memiliki pengaruh besar pada keadaan sperma, terutama pada integritas sperma dalam semen, tergantung pada suhu dan lamanya waktu. Pemilihan suhu dan lama waktu thawing yang baik dan tepat dapat mencegah kerusakan spermatozoa.   Tujuan penelitian untuk menganalisa pengaruh perbedaan suhu dan lama waktu post thawing terhadap viabilitas spermatozoa sapi FH (Frisian Holstein) dan mencari suhu dan lama waktu thawing yang optimal dalam proses IB. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan RAK dengan  3 perlakuan  kelompok dan 2x ulangan. Bahan penelitian menggunakan semen beku sapi FH dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Variabel yang diamati adalah Viabilitas dengan pewarnaan Eosin 2%. Analisis data mengguakan uji ANOVA Faktorial. Hasil penelitian diperoleh lama waktu thawing tidak berbeda secara signifikan yaitu P>0,05, suhu 25°C 20 detik : 66,30%, 25°C 30 detik : 66,80%, 25°C 40 detik : 63,30%, 37°C 20 detik :65,00%, 37°C 30 detik :74,30%, 37°C 40 detik : 69,00%, 40°C 20 detik : 75,50%, 40°C 30 detik : 65,50%, 40°C 40 detik : 67,50%, presentase hidup (Viabilitas) spermatozoa tertinggi terdapat pada suhu 40°C dengan lama waktu 20 detik dengan nilai 75,50%. Semakin tinggi suhu dengan waktu thawing yang singkat dapat mendukung tingginya viabilitas.


Kata Kunci: Bos taurus, Semen beku, Thawing, Viabilitas Spermatozoa

Article Details

How to Cite
Malinda, D., Santoso, H. and Latuconsina, H. (2021) “Analisis Viabilitas Spermatozoa Sapi Friesian Holstein (Bos taurus) Post Thawing Semen Beku Dengan Pengaruh Suhu dan Lama Waktu Thawing Berbeda”, BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 6(2), pp. 46-51. doi: 10.33474/e-jbst.v6i2.351.
Section
Article (Makalah)

References

[1] Syarif .Z.,dan Sumoprastowo. 1985. Ternak Perah. CV. Yasaguna. Jakarta
[2] Toelihere, M. R. 1993. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Penerbit Angkasa. Bandung.
[3] Djanuar. 1985. Fisiologi Reproduksi dan Inseminasi Buata pada sapi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
[4] Hafez, E. S. E. 1987. Reproduction in Farm Animal, 4th Edition, Lea and Fibiger. Philadelfia, USA.
[5] Zelpina E., Bayu R., dan Sumarsono T. 2012. Kualitas Spermatozoa Post Thawing dari Semen Beku Sapi Perah. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Jambi.
[6] Deka, B.C. and Rao, A. R. 1987. Effect of extenders and thawing methods on post thawing preservation of goat semen. Indian Vet.J. 64:591-594.
[7] Pace, M.M, Sullivan, J.J., Elliot, F.I., Graham, E.F. and Coulter, G.H. 1981.Effect of thawing temperature, number of spermatozoa and spermatozoal quality on fertility of bovine spermatozoa fackaged in 0,5ml French straws. J. Anim. Sci. 53 (3) : 693-701.
[8] Soepriondho, Y. 1985 . Pengaruh Waktu dan Suhu Thawiing Semen Beku terhadap Angka Konsepsi pada Ternak Kerbau. Tesis. Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.
[9] Putri, H.P., Sumartono., Humaidah, N. 2019. Pengaruh Berbagai Suhu Thawing Terhadap Viabilitas dan Motilitas Spermatozoa Sapi FH (Friesian Holstein). Jurnal Rekastawa Peternakan. Vol.2(1): 95-98
[10] Zenichiro, K., Herliantien dan Sarastina. 2002. Teknologi Prosessing Semen Beku pada Sapi. Balai Inseminasi Buatan Singosari. Malang
[11] Susilawati, T. 2011. Spermatologi. UB Press, Malang.
[12] Syauqi,A. 2018. Comparative Study of References and Protein Quantifications Using Biuret-Spectrophotometric Method. Chimica et Natura Acta. Vol. 6 No. 2: 42-48. P-ISSN: 2355-0864 e-ISSN: 2541-2574.
[13] Chandler, J.E., Ruiz, C. F., Adkinson, R.W. and Koonce, K. L. 1984. Relationship Between Final Temperature, Thaw Rate and Quality of Bovine Semen. J. Dairy Sci. 67 (8): 1806-1812
[14] Bosrekar, M., Char, S. N., Patil, B. R. and Ranonekar, D. V.. 1984. Effect of Thawing Temperature and Time on The Forward Motility, Live Count and Acrosomal Maintenance Of Bovine Spermatozoa. Indian J. Anim. Sci. 54 (12) : 1126-1130
[15] Narato. 2009. Teknik Pengawetan dan Pewarnaan Sperma. Diakses pada tanggal 18 April 2020. URL:http://sma4rtzyoulyz. blogspot.com/2009_06_01_archive.html.
[16] Hidayatin, D. 2002. Kaji Banding Kualitas Semen Beku Produk BIBLembang dan Singosari pada Setiap Jalur Distribusi. Fakultas Kedokteran Hewan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
[17] Ikhsan, M. N. 1992. Manajemen Reproduksi ternak. Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Malang
[18] Ansari M, Towhidil A, Moradi SM .2010. Effect Of Straw Size And Thawing Time On Quality Of Cryopreserved Buffalo Semen. Reproductive Biology.11(1)49-54.
[19] Salim, M. A., Susilawati, T., dan Wahyuningsih, S. 2012. Pengaruh Metode Thawing terhadap Kualitas Semen Beku Sapi Bali, Sapi Madura dan Sapi PO. Vol (12) No. 2: 14-19
[20] Handiwirawan dan, Fitri, Z. 1997. Penggunaan air kelapa sebagai penyeimbang fruktosa dalam pengencer terhadap kualitas sperma Sapi Simmental. Skripsi, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.