Daya Dukung Fisik Kegiatan Ekowisata Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang – Jawa Timur Physical Carrying Capacity of Ecotourism Activity in Kondang Merak Beach, Bantur District, Malang

Main Article Content

Silfi Anggraeni
Luchman Hakim

Abstract

Kondang Merak Beach is one of the beaches that has the potential for marine ecotourism which has various kinds of tourist activities with an increasing number of visitors. Therefore it is necessary to analyze its physical carrying capacity so that the preservation of natural resources in Kondang Merak can support ecotourism activities in a sustainable. This study aims to analyze the physical carrying capacity of the aquatic and terrestrial ecosystems at Kondang Merak Beach. This study used the observation method with semi-structured interview techniques. Physical carrying capacity data analysis is shown descriptively in tabular form. The results showed that tourism activities utilizing the aquatic ecosystem consisted of diving and snorkeling activities. The value of the physical carrying capacity of the diving activity is 3 people / day and the physical carrying capacity for snorkeling is 40 people / day. In addition, terrestrial tourism has a physical carrying capacity of 1000 people / day. However, the number of visitors can exceed the physical carrying capacity so that it is necessary to limit the number of visitors so that the sustainability of the ecosystem in it can be maintained.


 Keywords: ecotourism, kondang merak, physical carrying capasity


ABSTRAK

Pantai Kondang Merak merupakan salah satu pantai yang memiliki potensi ekowisata bahari yang memiliki berbagai macam kegiatan wisata dengan jumlah pengunjung yang terus mengalami peningkatan. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis daya dukung fisiknya sehingga kelestarian sumber daya alam di Kondang Merak dapat mendukung aktivitas ekowisata secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung fisik ekosistem akuatik dan terestrial di Pantai Kondang Merak. Penelitian menggunakan metode observasi dengan teknik wawancara semi terstruktur. Analisis data daya dukung fisik ditampilkan secara deskriptif dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan wisata dengan memanfaatkan ekosistem akuatik terdiri dari kegiatan selam dan snorkeling. Nilai daya dukung fisik kegiatan selam yaitu 3 orang/hari dan daya dukung fisik untuk kegiatan snorkeling yaitu sebanyak 40 orang/hari. Selain itu wisata terrestrial memiliki nilai daya dukung fisik sebanyak 1000 orang/hari. Namun, jumlah pengunjung dapat melebihi kapasitas daya dukung fisik sehingga diperlukan pembatasan jumlah pengunjung agar kelestarian ekosistem didalamnya dapat terjaga.


 Kata kunci: daya dukung fisik, ekowisata, kondang merak

Article Details

How to Cite
AnggraeniS., & HakimL. (2021). Daya Dukung Fisik Kegiatan Ekowisata Pantai Kondang Merak, Kabupaten Malang – Jawa Timur. BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 6(2), 1-10. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v6i2.328
Section
Article (Makalah)

References

[1] Hakim, L. & Nakagoshi, N. 2008. Planning for nature-based tourism in East Java: recent status of biodiversity, conservation, and its implication for sustainable tourism. ASEAN Journal on Hospitality and Tourism. 7:155-167.
[2] Yulisa, E. N., Johan, Y. & Hartono, D. 2016. Analisis kesesuaian dan daya dukung ekowisata pantai kategori rekreasi Pantai Laguna Desa Merpas Kabupaten Kaur. Jurnal Enggano. 1(1):97-111.
[3] Yulius, Rahmania. R., Kadarwati. U. R., Ramdhan, M., Khairunnisa, T., Saepuloh, D., Subandriyo, J., & Tussadiah, A. 2018. Buku Panduan Kriteria Penetapan Zona Ekowisata Bahari. IPB Press. Bogor.
[4] Satria, D. 2009. Strategi pengembangan ekowisata berbasis ekonomi lokal dalam rangka program pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Malang. Journal of Indonesian Applied Economics. 3(1):37-47.
[5] Fama, A., Haeruddin, Purwanti, F. 2017. Kesesuaian dan daya dukung pemanfaatan pantai kartini jepara sebagai destinasi wisata pantai. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 9(2):805-813.
[6] Luthfi, O. M., Alviana, P. Z., Guntur, Sunardi. Jauhari, A. 2016. Distribution of massive porites at reef flat in Kondang Merak, Malang, Indonesia. Research Journal of Life Science. 3(1):23-30.
[7] Aris, S. & Aunurohim. 2013. Studi keanekaragaman avifauna sebagai sarana edukasi ekowisata birdwatching di kawasan wisata Kondang Merak, Malang. Jurnal Sains Dan Seni Pomits. 2(1):2337-3520.
[8] Luthfi, O. M, & Setianingsih, M. 2018. Application of ethnography method in conservation area efforts by SALAM, the conservation and social community empowerment organization, at Kondang Merak Beach, District of Malang. ECSOFiM: Economic and Social of Fisheries and Marine Journal. 6(1):1-13.
[9] Pangemanan, A. P. 2012. Model optimalisasi ekonomi kawasan ekowisata Taman Nasional Bunaken Sulawesi Utara. Program Pascasarjana Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang. Disertasi.
[10] Ceballos-Lascurain, H. 1996. Tourism, Ecotourism and Protected Areas: The State of Nature-Based Tourism Around The World and Guidelines for Its Development. IUCN, Gland, Switzerland and Cambridge, UK.
[11] Cifuentes Arias, M. 1992. Determinacion de Capacidad de Carga Turistica en Areas Protegidas. CATIE, Turrialba, Costa Rica.
[12] Setyanto, I., & Pangestuti, E. 2019. Pengaruh komponen destinasi wisata (4A) terhadap kepuasan pengunjung Pantai Gemah Tulungagung. Jurnal Administrasi Bisnis. 72(1):157-167.
[13] Wanda, I.B.K., & Pangestuti, E. 2018. Pengaruh pengembangan komponen destinasi wisata terhadap kepuasan pengunjung (Survei pada Pengunjung Situs Trowulan). Jurnal Administrasi Bisnis. 55(3):83-91.
[14] Anggraeni, S. 2020. Dokumentasi pribadi. 24 Februari 2020.
[15] Rossadi, L. N. & Widayati, E. 2018. Pengaruh aksesibilitas, amenitas, dan atraksi wisata terhadap minat kunjungan wisatawan ke Wahana Air Balong Waterpark Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Journal of Tourism and Economic. 1(2):109-116.
[16] Abdulhaji, S., & Yusuf, I, S, H. 2016. Pengaruh atraksi, aksesibilitas, dan fasilitas terhadap citra objek wisata Danau Tolire Besar di Kota Ternate. Jurnal Penelitian Humano. 7(2):134-148.
[17] SALAM. 2019. Kamunikasi pribadi. 27 Februari 2020.
[18] Armono, H. D., Rosyid, D. M., & Nuzula, N. I. 2017. Carrying capacity model applied to coastal ecotourism of Baluran National park, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science. 1-8.
[19] Yulianda, F., Samosir, A., Fachrudin, A., Adimu, H. E., Febryane, A., dan Muhidin. 2017. Daya Dukung Lingkungan di Taman Nasional Kepulauan Seribu. Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi.
[20] Trakolis, D. 2003. Carrying capacity - an old concept: significance for the management of urban forest resources. New Medit. 3:58-64.