Uji Antagonis Jamur Trichoderma viride dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Patogen Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Fungi Antagonism Test of Trichoderma viride in Inhibiting Growth Pathogenic Fungi of Alternaria porri that causes of the Purple Spot on Shallots (Allium ascalonicum L.)

Main Article Content

Vira Ruainiah Ruswandari
Ahmad Syauqi
http://orcid.org/0000-0003-2168-2031
Tintrim Rahayu

Abstract

 


Trichoderma viride is a microorganism that is commonly found in moist soil and can be isolated from the root area of the shallot plant (Allium ascalonicum L.). The study aim was to determine the mechanism and the difference in percentage of inhibitory power by Trichoderma viride in inhibiting growth of Alternaria porri pathogen at pH 4.8 and 7. The descriptive method was used by descriptive method to isolate Alternaria porri and Trichoderma viride fungi and then purified, and the experimental method tested Trichoderma viride fungal antagonists against Alternaria porri with two PDA media treatments pH 4.8 that observed for 3 days and pH 7 observed for 4 days. The results of the percentage of inhibitory power on the day 1,2,3 were 9%, 34.2% and 35% (pH 4.8), and the results of the percentage of inhibition power of the day 1,2,3 and 4 were 1.9%, 29.9%, 35% and 39.4% (pH 7). The inhibition mechanism of Trichoderma viride in inhibiting Alternaria porri fungi through the stages of antibiosis, parasitism and lysis.


Keywords: Trichoderma viride, Alternaria porri, shallot plants, pH 4,8 and pH 7.


ABSTRAK


Jamur Trichoderma viride merupakan mikroorganisme yang umum dijumpai dalam tanah yang lembab dan dapat diisolasi dari daerah perakaran tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) Penelitian bertujuan untuk mengetahui mekanisme dan perbedaan persentase daya hambat oleh jamur Trichoderma viride dalam menghambat pertumbuhan patogen Alternaria porri pada pH 4,8 dan 7. Metode yamg digunakan metode deskriptif dengan mengisolasi jamur Alternaria porri dan Trichoderma viride lalu dimurnikan, dan metode eksperimen melakukan uji antagonis jamur Trichoderma viride terhadap Alternaria porri dengan dua perlakuan media PDA pH 4,8 yamg diaamati selama 3 hari dan pH 7 yang diamati selama 4 hari. Hasil persentase daya hambat pada hari ke 1,2,3 yaitu 9%, 34,2% dan 35%  (pH 4,8), dan  hasil persentase daya hambat hari ke 1,2,3 dan 4 yaitu 1,9%, 29,9%, 35% dan 39,4% (pH 7). Hal ini diketahui bahwa hasil terakhir persentase daya hambat 35% (pH 4,8) dan 39,4% (pH 7). Mekanisme Penghambatan Jamur Trichoderma viride dalam menghambat jamur Alternaria porri melalui tahap antibiosis, parasitisme dan lisis.


Kata kunci: Trichoderma viride, Alternaria porri, tanaman bawang merah, pH 4,8 dan pH 7.


 

Article Details

How to Cite
RuswandariV., SyauqiA., & RahayuT. (2020). Uji Antagonis Jamur Trichoderma viride dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Patogen Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 5(2), 84-90. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v5i2.255
Section
Article (Makalah)

References

Rachmatunnisa ,R., Rukmi, I., Pujiyanto, S. 2017. Aktivitas Antagonis Kapang Endofit Duwet (Syzygium cumini (L.)Skeels) Terhadap Alternaria porri Penyebab Bercak Ungu Pada Bawang Merah (Alium ascalonicum L.) Secara In-Vitro. Jurnal Biologi. Vol, 6. No, 1.

Yuliani, F. 2017. Respon Morfologi Dan Fisiologi Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Cekaman Salinitas. Tesis Institut Pertanian Bogor.

Susandi, Y,N,K., Sualang, D,S., Paruntu, M,H,B. 2014. Antagonisme Trichoderma sp. Terhadap Alternaria porri Patogen Penyakit Bercak Ungu Tanaman Bawang Merah Pada Beberapa Media. Jurnal Agroekoteknologi. Universitas Samratulangi.

Pitasari, A., dan Ali, M. 2018. Isolasi Dan Uji Antagonis Bakteri Endofit Dari Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Jamur Alternaria porri Ellis Cif. Jurnal JOM Faperta. Vol, 5. No, 1.

Saputri,R. 2018. Penambahan Nutrisi PDA Pada Pembuatan Strarter Mikroorganisme Total Jamur dengan Bahan Baru Tepung Beras. Skripsi Universitas Islam Malang.

Nawfetrias, W., Nurhangga, E., Sutardjo. 2016. Pemanfaatan Biofungisida Berbahan Aktif Trichoderma sp. Untuk Pengendalian penyakit Busuk Buah Kakao. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia. Vol,3. No, 1. ISSN 2442 – 2606.

Dwiastuti, M.E., Budiarta,G.N.K., Soesanto, L. 2107. Perkembangan Penyakit Diplodia pada Tiga Isolat Botryodiplodia theobromae Path dan Peran Toksin Dalam Menekan Penyakit pada Jeruk (Citrus spp.) Jurnal Hort. Vol. 27 No. 2.l.

Lelana, EN., Anggraeni,I., Mindawati, N. 2015. Uji Antagonis Aspergillus sp. Dan Trichoderma spp. Terhadap Fusarium sp., Penyebab Penyakit Rebah Kecambah Pada Sengon. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 12 No. 1, April 2015: 23-28

Manihuruk, G. 2007. Uji Efektifitas Pestisida Nabati untuk Mengendalikan Penyakit Bercak Ungu (Alternaria porri Ell. Cif) pada Bawang Merah (Alium ascalonicum L.) di Lapangan. Skripsi Universitas Sumatera Utara. Medan.

Resita, E.T. 2006. Produksi Selo-oligosakarida dari Fraksi Selulosa Tongkol Jagung Oleh selulosae Trichoderma viride . Skripsi. Institut Pertanian bogor : Bogor.

Syauqi, A. 2017. Mikrobiologi Lingkungan Peranan Mikroorganisme dalam Kehidupan. Andi-Unisma. Yogyakarta.

Gultom, J,M. 2008. Pengaruh Pemberian Beberapa Jamur Antagonis dengan Berbagai Tingkat Konsentrasi untuk Menekan Perkecambahan Jamur Pythium sp. penyebab Rebah Kecambah Pada Tanaman Tembakau (Nicotiana tabaccum L.). Skripsi Universitas Sumatera Utara. Medan.

Ainy, Q.E., Ratnayani, R., Susilawati, L. 2015. Uji Aktivitas Antagonis Trichoderma harzianum 11035 Terhadap Colletotrichum capsici TCKR2 dan Colletotrichum acutatum TCKI Penyebab Antraknosa pada Tanaman Cabai. SP-018-11. Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta.