Keanekaragaman Plankton Di Kolam Pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) Yang Terparasiti Di Desa Balongpanggang Gresik Diversity of Plankton in the Growth Pond of Parasitized Milkfish (Chanos chanos Forsskal) in Balongpanggang Village, Gresik

Main Article Content

Rizki Kusuma Hantika
Ratna Djuniwati Lisminingsih
Nour Athiroh AS

Abstract

 


The role of plankton in ecology as a parameter of lush or not a waters, because plankton is the basis of the natural feed chain in the waters. The previous research has been done on the morphology and anatomy of milkfish (Chanos chanos Forsskal) at the pond in the village of Balongpanggang, Gresik, where the waters are polluted. Parasitic worms found nematodes in fish intestines have an impact on losses for fish farmers. The purpose of this study is to identify, find out the differences, determine the level of risk of the type of plankton and determine the condition of abiotic factors in the pond. The study used 24 samples from 3 parasites and 1 non-parasite pond using the Randomized Block Design (RBD) method. Based on the results of observations and identification of plankton in the Integrated Milkfish Growth Pool, there were 53 cells of Chlorococcum humicola and 37 individuals of Stentor roeseli. Phytoplankton found in all ponds, namely Chlorella variegatus, Chlorococcum humicola, Navicula cuspidata, Navicula placentula, Nostoc sphaericum, and Protococcus viridis. While Zooplankton is only 1 in all pools, namely Stentor roeseli. Unparasitic ponds have the highest plankton diversity level (5.7), rather than parasitic ponds 2 (5.0). The condition of abiotic factors (pH) in all ponds is still in accordance with water quality standards for aquaculture ponds.


Keywords: Plankton, Identification, Diversity level


 


ABSTRAK

Peranan plankton dalam ekologi sebagai parameter subur tidaknya perairan, karena plankton merupakan dasar mata rantai  pakan alami di perairan Penelitian terdahulu dilakukan pada morfologi dan anatomi ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) dalam suatu tambak di desa Balongpanggang, Gresik yang perairannya tercemar. Ditemukan cacing parasit nematoda dalam usus ikan yang berimbas pada kerugian bagi petani ikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi, mengetahui perbedaan, tingkat kenekargaman jenis plankton dan kondisi faktor abiotik kolam. Penelitian menggunakan 24 sampel dari 3 kolam yang terparasiti dan 1 kolam yang tidak terparasiti dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Berdasarkan hasil pengamatan dan identifikasi plankton pada Kolam Pertumbuhan Ikan Bandeng yang Terparasiti didapatkan spesies Chlorococcum humicola sebanyak 53 sel dan spesies Stentor roeseli sebanyak 37 individu. Ditemukan Fitoplankton yang keberadaannya ada di semua kolam, yaitu Chlorella variegatus, Chlorococcum humicola, Navicula cuspidata, Navicula placentula, Nostoc sphaericum, dan Protococcus viridis. Sedangkan Zooplankton hanya 1 disemua kolam, yaitu Stentor roeseli. Kolam tidak terparasiti merupakan kolam yang memiliki nilai tingkat keanekaragaman plankton tertinggi (5,7), daripada kolam terparasiti 2 (5,0). Kondisi faktor abiotik (pH) pada semua kolam masih sesuai standar kualitas air untuk budidaya tambak.


Kata kunci: Plankton, Identifikasi, Indeks Keanekaragaman

Article Details

How to Cite
HantikaR., LisminingsihR., & Athiroh ASN. (2020). Keanekaragaman Plankton Di Kolam Pertumbuhan Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) Yang Terparasiti Di Desa Balongpanggang Gresik. BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 6(1), 89-95. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v6i1.244
Section
Article (Makalah)

References

[1] Suprapto. 2011. Metoda Analisis Parameter Mutu Air untuk Pembudidaya Udang. Bagian Pengembangan Teknologi Budidaya Shrimp Club Indonesia. Pacitan. hal: 35-37.
[2] Faza, M.F. 2012. Struktur Komunitas Plankton di Sungai Pesanggrahan dari Bagian Hulu Hingga Bagian Hilir. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Departemen Biologi. Universitas Indonesia. Hal 2.
[3] Rohman, F. 2018. Kajian Faktor Lingkungan Abiotik pada Kolam Ikan Bandeng (Chanos chanos Forsskal) di Desa Balongpanggang (Suspected Parasites). Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Islam Malang. Hal 3-4.
[4] Adhikari, S. 2003. Fertiliziation, Soil And Water Quality Management In Small Scale Ponds. Aquaculture Asia. Vol VIII No.4: 6-8
[5] Shirota, A. 1966. The Plankton of South Vietnam: Freshwater and Marine Plankton. Over Tech Coop Agent. Japan
[6] Mukharomah, E., Suheryanto, Elyza, F., dan Muli, R. 2012. Keterkaitan Komunitas Fitoplankton Dengan Kualitas Air Di Danau Sky Air Jakabaring Palembang. Journal of Biosciences Vol. 4 No. 2 Agustus 2018 ISSN 2460-6804
[7] Shannon, C. E., dan Wiener, W. 1949. The Mathematical Theory of Communication. University Illinois Press IL. Urbana, US
[8] Santosa, M.B dan Wiharyanto, D. 2013. Studi Kualitas Air Di Lingkungan Perairan Tambak Adopsi Better Management Practices (BMP) Pada Siklus Budidaya I, Kelurahan Karang Anyar Pantai Kota Tarakan Propinsi Kalimantan Utara. Jurnal Harpodon Borneo Vol.6. No.1. ISSN : 2087-121X
[9] Nybakken, J.W. 1988. Marine Biology and Ecology Approach. Gramedia. Jakarta. 459 p.
[10] Simanjuntak, M. 2009. Hubungan Faktor Lingkungan Kimia, Fisika Terhadap Distribusi Plankton di Perairan Belitung Timur, Bangka Belitung. Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci.) XI (1): 31-45.