Studi Persepsi Masyarakat Tentang Agroforestri Tanaman Kopi di Desa Patokpicis Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. The Public Perceptions Study about Agroforestri of Coffee Plants in Patokpicis Village of Wajak District of Malang Regency

Main Article Content

Afrian syarif Hidayat
Saimul Laili
Hasan Zayadi

Abstract

Coffee crop agroforestry is a forest plantation system (mixed) with a coffee plant base that is in accordance with the plantation system in Indonesia, which has good ecological service value. Patokpicis village has long time used coffee agroforestry systems. The two types of coffee planted, namely Robusta (Coffea canephora) and Arabica coffee (Coffea arabica). The agroforestry namely simple and complex which has 27 species of shade and intercropping plants dominated by Sengon (Paraserianthes falcataria), Mahogany (Swietenia macrophylla) and Pinus (Pinus merkusii), for intercropping plants dominated by Elephant Grass (Pennisetum purpureum schaum), Talas (Colocasia esculenta Scho) and Chili (Capsicum annuum). The community perceptions value of coffee plant agroforestry with parameters measuring aspects of knowing, accepting, and liking high value and aspects of trusting the value is very high. The percentage value of the concencus index is the use of coffee plant parts on seeds (100%), fruit (100%), leaves (64.5%), stems (71.8%), with significant reliability tests at the levels of 0.001 and 0.005. Value r count> r tabel (0.088).


Key words: Public perception, coffee plants, agroforestry the coffee plants


ABSTRAK

Agroforestri tanaman kopi merupakan sistem kebun hutan (campur) dengan basis tanaman kopi yang sesuai dengan sistem perkebunan di Indonesia yang memiliki nilai layanan ekologis yang baik. Desa Patokpicis sejak lama menggunakan sistem agroforestri kopi. terdapat 2 jenis kopi yang ditanaman yaitu kopi Robusta (Coffea canephora) dan kopi arabika  (Coffea arabica) dengan 2 jenis agroforestri yaitu kompelks dan sederhana yang memiliki 27 jenis tanaman penaung dan tumpangsari yang didominansi oleh Sengon (Paraserianthes falcataria), Mahoni (Swietenia macrophylla) dan Pinus (Pinus merkusii ), untuk tanaman tumpang sari didominansi oleh Rumput Gajah (Pennisetum purpureum schaum), Talas (Colocasia esculenta Scho) dan Cabai (Capsicum annuum). Nilai persepsi masyarakat terhadap agroforestri tanaman kopi dengan parameter pengukuran aspek mengenal, menerima, dan menyukai yang bernilai tinggi dan pada aspek mempercayai nilai sangat tinggi. Nilai persentase Indeks concencus  pemanfaatan bagian tanaman kopi pada Biji (100%), Buah (100%), Daun (64.5%), Batang (71.8%), dengan uji reabilitas signifikan pada taraf  0,001 dan 0,005. Nilai  r_hitung  > r_tabel (0,088).


Kata kunci: Persepsi masyarakat, tanaman kopi, agroforestri kopi

Article Details

How to Cite
Hidayat, A., Laili, S. and Zayadi, H. (2021) “Studi Persepsi Masyarakat Tentang Agroforestri Tanaman Kopi di Desa Patokpicis Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.”, BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 6(2), pp. 1-7. doi: 10.33474/e-jbst.v6i2.241.
Section
Article (Makalah)

References

[1] Baladina, N. Anindita, R. Isaskar, R dan Sukardi 2013. Identifikasi Potensi Komoditi Pertanian Unggulan Dalam Penerapan Konsep Agropolitan Di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, XIII(3), pp. 1412–1425.
[2] Nopriyandi, H.R. 2017. Analisis Ekspor Kopi Indonesia, Paradigma Ekonomika, 12(1), pp. 192–203.
[3] Yulistyarini, T. 2013. Agroforestri Kopi Dan Pengaruhnya terhadap Ekosistem Di Daerah Resapan Air Krisik. Ngantang, Kabupaten Malang.
[4] Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta.
[5] Sugiono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Alafabeta. Bandung.
[6] Illiyyin, R. 2017. Studi Etnobotani Upacara Adat Pujan Kasanga Di Desa Tosari Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi FMIPA Unisma. Malang
[7] Hoffman, B. & Timothy. 2007. Importan Indices In Ethnobotany. Ethnobotany of research and Application. Department Of Botany, University Of Hawaii
[8] Riduwan & Akdon. 2005. Rumus Data Dalam Analisis Statistika. Alfabeta, Bandung.
[9] Tjitrosoepomo, G. 2013, Taksonomi Tumbuhan. Universty Press Gajah Mada. Jogjakarta.
[10] Risnandar, C. 2018. Kopi Arabika. https://jurnalbumi.com/knol/kopi-arabika/(Diakses 03;55WIB/28,12,2018).
[11] Sardjono, M.A.Djogo, T.Arifin, H.S.Wijayanto, N. 2003. Klasifikasi Dan Pola Kombinasi Komponen Agroforestri, Bahan Ajar Agroforestry. Bogor, Indonesia. doi: 10.1088/0957-4484/13/5/302.
[12] Martini, E. dan Roshetko, J. M. 2017 Membangun Kebun Agroforestri Kopi. Bogor.