Eksplorasi Vegetasi Kawasan Hutan Pantai Sebagai Atraksi Edu-Wisata Di Pantai Gatra Dusun Sendang Biru Desa Sitihatjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang The Vegetation Eksploration of the Coastal Forest Areas as Edu-Tourism in Gatra Beach of Sendang Biru Hamlet, Sitiharjo Village, Sumbermanjing Wetan Sub Distric, Malang Regency

Main Article Content

Sitti Nor Fajariyah
Ratna Djuniwati Lisminingsih
Hasan Zayadi

Abstract

Gatra Beach in Malang Regency has the concept of ecotourism, but the reality is this beach for camping that is at risk of damaging vegetation in Gatra beach. The purpose of this study are to find out the structure and composition of the Gatrah beach vegetation, knowing the perception of tourists on the vegetation of Gatra beach and knowing the potential of Gatra beach vegetation as a tourist attraction. The method used is the belt-transect method with four stations. Analyses are used i.e., RFC analysis and the SWOT analysis.  Analysis of the results obtained by the two vegetation formations that make up the beach Gatra i.e. formation Barringtonia  and the formation of lowland forests.  Formation Barringtonia found 10 species with index value important highest are Barringtonia asiatica  (65,9) and  Samanea saman (57,6)  Formation  the lowland forest  found 11 species with index value important highes Musa acuminate (80,2) and Samanea saman (59,5).  Tourist perceptions of species of interest in the Barringtonia formation is Samanea saman (0,29), while species of interest in lowland forest formation is Musa acuminata (0,11). So that the beach of Gatra has the potential as an edu-tourism attraction area.


Keywords: analysis of vegetation, RFC, tourist attractions, ecotourism, Barringtonia


ABSTRAK

Pantai Gatra di kabupaten Malang memiliki konsep ekowisata, namun kenyataan di lapangan pantai Gatra menjadi tempat berkemah yang beresiko merusak vegetasi pantai Gatra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi pantai Gatra, mengetahui persepsi wisatawan terhadap vegetasi pantai Gatra dan mengetahui potensi vegetasi pantai Gatra sebagai atraksi wisata. Metode yang digunakan yakni metode belt-transek dengan empat stasiun. Analisis yang digunakan melalui analisis RFC dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua formasi yang menyusun pantai Gatra yakni formasi Barringtonia dan formasi hutan dataran rendah. Formasi Barringtonia dengan 10 spesies, indeks nilai penting tertinggi yakni Barringtonia asiatica (65,9) dan Samanea saman (57,6). Formasi hutan dataran rendah dengan 11 spesies, indeks nilai penting tertinggi spesies Musa acuminata (80,2) dan Samanea saman (59,5).  Persepsi wisatawan terhadap spesiesdiminati pada formasi Barringtonia  adalah  Samanea saman (0,29), sedangkan pada formasi hutan dataran rendah yakni spesies Musa acuminata  (0,11). Sehingga pantai Gatra berpotensi sebagai kawasan atraksi edu-wisata.


Kata kunci: analisis vegetasi, RFC, atraksi wisata, ekowisata, Barringtonia

Article Details

How to Cite
Fajariyah, S., Lisminingsih, R., & Zayadi, H. (2019). Eksplorasi Vegetasi Kawasan Hutan Pantai Sebagai Atraksi Edu-Wisata Di Pantai Gatra Dusun Sendang Biru Desa Sitihatjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 5(1), 7-17. Retrieved from http://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/210
Section
Article (Makalah)

References

[1] Fajariyah, S. N. 2017. Analisis Daya Dukung Kawasan Pada Daerah Ekowisata dan Konservasi Di Pantai Gatra Kabupaten Malang. Laporan Praktek Kerja Lapangan. Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Islam Malang. Malang.

[2] Ayuningtyas, P. dan Hakim, L. 2014. Etnobotani Upacara Penyambutan Bulan Sura Di Kompleks Wisata Alam Air Terjun Sedudo, Nganjuk. Jurnal Biotropika. Vol. 2 No. 1 Hal. 31-39.

[3] Odum, E. HLM. 1993. Dasar-Dasar Ekologi (Terjemahan oleh Tjahjono Samingan). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

[4] Burhan, A.L. 2009. Hukum Lingkungan Untuk Pelestarian Fungsi Biodeversitas. Prosiding Seminar Nasional Biologi XX dan Kongres PBI XIV. UIN Maliki Malang. Malang.

[5] Irwanto. 2007. Analisis Struktur dan Komposisi Vegetasi Untuk Pengelolaan Kawasan Hutan Lindung Pulau Marsegu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Tesis. Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

[6] Roemanyo, A. S. Nastiti, dan Widyana, N.N. 2012. Struktur dan Komposisi Vegetasi Sekitar Sarang Penyu Hijau (Chelonia Mydas Linnaeus) Pantai Pengumbahan, Sukabumi Selatan, Jawa Barat. Pusat Penelitian Biologi-LIPI Cibinong. Bogor.