Kajian Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dalam Habitat Air Tawar dan Air Payau Fish Morfology Study of Nila (Oreochromis niloticus) in the Habitat of Fresh and Brackish Water

Main Article Content

mujalifah mujalifah
Hari Santoso
saimul laili

Abstract


The goal of this research is to compare the features of parrot fish morphology (Oreochromisniloticus) in freshwater and brackish water habitat. This research conducted on the April – Mei 2017. The method of this research is qualitative method. This research had been conducted for six weeks with six repetitions. The last result of morphology covered to eyes (Organumvisus) with black-dark retina, round prominent and large, white-green operculum, grey-black dorsal fin (Pinna  dorsalis), scale (Squama) black-grey lines and quite green, stomach (Abdomen) if getting pressure will be hard to the freshwater habitat, eyes (Organumvisus) with black-pale retina, round prominent and larger, white-grey operculum, black-grey dorsal fin (Pinna  dorsalis) quite pale, black-grey lines scale (Squama) quite pale and unshiny, stomach (Abdomen) if getting pressure will be hard and quite mushy in the brackish water. the colors (old-green), salinity (5,04 ppt), pH (8,0), BOD (2,04 mg/l), conductivity (365,4 µs/cm), CO2 dissolved (4,56 mg/l), ammonia (0,0175 mg/l).


Keywords: parrot fish (Oreochromisniloticus), morphology, freshwater, brackish water, water quality


ABSTRAK


Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Karakter atau sifat morfologi ikan nila (Oreochromis niloticus) dalam habitat air tawar di Desa Sumbersekar Kec. Dau Kab. Malang dan air payau di Desa Bojoasri Kalitengah Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang menghsilkan data deskriptif dan mencari fakta interpretasi yang tepat. Penelitian dilakukan selama enam minggu dengan enam kali pengulangan. Hasil akhir morfologi meliputi mata (Organum visus) dengan retina hitam gelap, bulat menonjol dan besar, tepi matanya berwarna keabu-abuan. Operkulum (Operculum) putih kehijauan. Sirip punggung (Pinna  dorsalis) hitam keabua-abuan dan agak kehijauan. Sisik (Squama) garis-garis hitam keabua-abuan dan agak kehijauan. Perut (Abdomen) apabila ditekan akan terasa keras pada habitat air tawar. mata (Organum visus) dengan retina hitam pucat, bulat menonjol lebih besar. Operkulum (Operculum) putih keabuan. Sirip punggung (Pinna  dorsalis) hitam keabua-abuan agak pucat. Sisik (Squama) garis-garis hitam keabua-abuan agak pucat dan tidak mengkilat. Perut (Abdomen) apabila ditekan terasa agak lembek pada habitat air payau.


Kata kunci: ikan nila (Oreochromis niloticus), morfologi, air tawar, air payau, Kualitas air

Article Details

How to Cite
mujalifah mujalifah, SantosoH., & laili saimul. (2018). Kajian Morfologi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dalam Habitat Air Tawar dan Air Payau. BIOSAINTROPIS (BIOSCIENCE-TROPIC), 3(3), 10-17. https://doi.org/10.33474/e-jbst.v3i3.146
Section
Article (Makalah)

References

[1] Gustiano, R. 2009. Ikan Nila BEST: Unggulan Baru. Harapan Baru. Jakarta

[2] Faridudin, M.H. 2010. Performa Ikan Nila BEST Dalam Media Salinitas. Jurnal Ilmiah. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar.

[3] FAO. 2005. Code of Concuct for Responsible Fisheries. Food and Agricultural Organization of The Unite Nations. Rome.

[4] Ghufran, M. 2011. Pemeliharaan Nila Secara Intensif. Akademia. Jakarta.

[5] Nawangsari. 1988. Zoologi Umum. Erlangga, Jakarta.

[6] Septiana, H., Syauqi, A. dan Laili, S. 2015. Lama Waktu Pengadukan Suspensi Biji Asam Jawa (Tamarindus indica) terhadap Parameter Lingkungan Air Sumur. e-Jurnal Ilmiah Biosaintropis V(1).1:9-18. Diterima Akses Juli 2017. URL: http://biosaintropis.unisma.ac.id/index.php/biosaintropis/article/view/18/21

[7] Syauqi, A. 2015. Petunjuk Praktikum Kimia Analitik Basis Elektroda dan Cahaya. Laboratorium Kimia. Universitas Islam Malang (UNISMA). Malang

[8] Kadek, A.E., Suwaria, P. dan Suwastuti, Ni G.A.M. D.A. 2016. Penentuan Status Mutu Air Tukad Yeh Poh Dengan Metode Storet. Jurusan Kimia Fmipa Universitas Udayana, Bukit Jimbaran, Bali. Jurnal Kimia 10 (1), Januari 2016: 65-74

[9] Arie, U. 2009. Panen Bawal 40 hari. PT. Penebar Swadaya. Jakarta

[10] Lesmana, D.S. 2004. Kualitas Air Untuk Ikan Air Tawar. Penebar Swadaya. Jakarta. Hlm 35-47

[11] Afrianto, E dan Liviawati, E.1988. Beberapa Metode Budidaya Ikan. Kani-sius.Yogyakarta